TEPUNG JAGUNG BISA MENSUBSTITUSI TERIGU 35%

MedanBisnis – Medan. Tepung jagung mampu mensubstitusi terigu sebanyak 35% karena di Indonesia tepung jagung sangat potensial untuk dikembangkan dan produksi jagung masih sangat tinggi.
Kabid Bina Tanaman Pangan Dinas Pertanian Sumatera Utara, Bonar Sirait mengatakan, perlu ada kebijakan pemerintah untuk mewajibkan industri pangan olahan agar memasukkan semberdaya pangan lokal dalam produk mereka sehingga industri pangan lokal mampu berkembang.

“Namun, masalah perkembangan industri tepung lokal saat ini adalah karena produsen industri tepung lokal berpikir siapa yang akan menggunakan produk mereka, sebab kebanyakan industri pengolahan bahan makanan masih menggunakan terigu dan tepung beras sebagai bahan baku utamanya,” kata Sirait, Selasa (20/9).

Selain itu, jika ada permintaan dalam jumlah besar mereka belum mampu menyediakan dalam jumlah dan frekuensi yang berkelanjutan.

Menurutnya, jika saja pemerintah bisa menetapkan kandungan tepung lokal setidaknya 5% untuk mensubstitusi bahan baku produk industri pangan olahan, maka industri tepung lokal pasti akan berpotensi besar untuk berkembang. “Ini akan menjadi insentif juga untuk produsen tepung lokal,”jelasnya.

Dia mengatakan, tepung lokal seperti tepung jagung memiliki kemampuan untuk mensubstitusi tepung terigu hingga 35% karena tepung jagung sangat potensial dikembangkan di Indonesia.

Selain itu, dari segi kandungan gizi, tepung jagung juga memiliki nutrisi yang cukup lengkap dan baik untuk kesehatan karena memiliki kalori yang rendah dan kaya akan serat.

Dengan begitu, bukan tidak mungkin nantinya Indonesia akan terlepas dari tepung impor yang selama ini masih merajai pasar di Indonesia selain ketergantungan terhadap terigu dan tepung beras. (cw – 01)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *