WISMAN MENCARI EKOWISATA DI INDONESIA

[JAKARTA] Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Juli lalu berhasil menembus rekor baru. Tercatat sebanyak 745.451 wisatawan mancanegara datang selama bulan Juli 2011. Sepanjang Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) berdiri belum pernah ada yang mencapai angka tersebut.

Bagi Kemenbudpar, jika 700 ribu dalam sebulan dikali 12 bulan jadi 8,4 juta. Karena itu, angka 7,7 juta yang menjadi target wisman 2011, bukan angka yang ditakuti. Jika angka 700 ribu perbulan wisatawan asing dipertahankan, maka angka 8 juta wisatawan di akhir tahun ini bakal tercapai. Begitu juga wisman Singapura mencapai 180 ribu orang, Australia 92 ribu orang pada bulan yang sama.

Dirjen Pemasaran Kemenbudpar Sapta Nirwandar menuturkan sebenarnya tren keinginan pasar, para wisman mencari ekowisata di Indonesia, seperti kunjungan ke Komodo. Selain ekowisata tren lainnya adalah MICE, acara olahraga, wisata mewah (luxurious), wisata sejarah, wisata belanja, bulan madu, kapal pesiar, pertunjukan budaya, dan wisata kesehatan seperti spa.

”Target tersebut dapat tercapai bila memenuhi 10 asumsi, bila tidak adanya krisis ekonomi pada fokus pasar. Lalu tidak ada gangguan terorisme, konflik politik, wabah penyakit, dan bencana alam. Harga minyak dunia tidak naik melampaui 95 dolar AS per barrel hingga mempengaruhi tiket maskapai. Kemudian, kunjungan wisman Malaysia bisa tumbuh kumulatif 8 persen dibanding tahun 2010,” ujarnya dalam Rakornas Bidang Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar di Jakarta, Kamis (15/9).

Adanya penambahan kapasitas kursi penerbangan dari sebuah maskapai asal Indonesia ke Lombok mulai Oktober 2011 juga akan mendorong peningkatan kunjungan. Asumsi lainnya adalah Garuda akan menambah frekuensi penerbangan dua kali sehari atau 30 ribu kursi dari Melbourne, Australia. Selain itu, seluruh maskapai mengupayakan load factor wisman inbound di atas 50 persen.

Hal lain adalah perlunya seluruh stakeholders sinergi memasarkan pariwisata ke pasar Cina, Malaysia, Singapura, Australia, Korea, dan Rusia. Juga perlunya seluruh stakeholders mendukung promosi acara di perbatasan dengan Malaysia, Singapura, dan Timor Leste.

Poin terakhir adalah KTT ASEAN dan Sea Games akan mendatangkan wisman secara signifikan. Sapta menjelaskan, jumlah kedatangan wisman pada periode Januari-Juli 2011 menempatkan Singapura di posisi teratas. Malaysia dan Australia di posisi kedua dan ketiga. Adapun, Cina di keempat dan Jepang di posisi kelima. [H-15]
sumber: http://www.suarapembaruan.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *