PERAJIN SEPATU KELUHKAN TENAGA AHLI DAN MODAL

MedanBisnis – Medan. Sejumlah perajin sepatu di Medan mengeluhkan kesulitan mendapatkan tenaga profesional untuk mendesain dan membuat sepatu yang baik. Selain itu, perajin juga masih mengalami keterbatasan modal kerja.
“Sangat susah mencari tenaga yang ahli dalam pekerjaan seperti ini (membuat sepatu-red),” kata Lisa, salah satu perajin sepatu di Komplek Pusat Industri Kecil (PIK) Kota Medan, Senin (12/9).

Disebutkannya, minimnya tenaga profesional di bidang desain, merupakan salah satu masalah selain keterbatasan modal dan bahan baku.

Minimnya tenaga kerja tersebut juga berdampak pada produktivitas usaha yang telah digelutinya selama lebih dari enam tahun. “Kalau saja tenaganya banyak, mungkin kita bisa produksi lebih banyak,” ungkapnya.

Karena kurangnya tenaga ahli, maka dia hanya mampu memproduksi 100 pasang sepatu setiap minggu yang dikirim ke berbagai pedagang di Medan. Padahal, jika tenaga ahli banyak, jumlah yang  diproduksi bisa lebih banyak.

Hal yang sama juga dialami Arifin, salah satu perajin sepatu di Jalan Bromo Medan. Dia berharap pemerintah membantu pengadaan tenaga ahli untuk membuat dan mendesain sepatu.

Dia mengakui, hingga kini hanya memiliki empat tenaga ahli untuk mengembangkan usaha sepatu yang ditekuninya.

“Kami cukup kewalahan dalam proses pembuatan karena kurangnya tenaga ahli dan tak jarang hal itu menghambat  pengiriman barang ke para pelanggan,” ujarnya.

Selain di Medan, pihaknya juga mengirim barang ke luar kota seperti Nias dan Pekanbaru. “Kami memproduksi sesuai jumlah order karena tidak berani membuat stok lebih akibat kurangnya tenaga ahli dan modal,” ujarnya.

Lebih lanjut, kata dia,  bahan baku tidak terlalu sulit didapat karena bahan dapat dipasok dari Medan juga. Harga yang ditawarkan juga tidak terlalu mahal, mulai dari Rp 45.000, Rp 58.000, Rp 60.000 hingga Rp 95.000 per pasang.

Pihaknya berharap, pemerintah khususnya Disperindag mau membantu mengatasi masalah-masalah melilit pengrajin. “Memang selama ini Disperindag telah melakukan pelatihan,  namun belum maksimal. Sebab, faktanya kita masih sulit mendapat tenaga kerja yang mumpuni,” ujarnya.
(cw – 01)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Berita Pilihan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *