PENYULUH PERTANIAN BERPRESTASI KE ISTANA PRESIDEN

Membayangkan masuk ke Istana Presiden dan ketemu orang nomor satu di Indonesia, mungkin tak pernah dimimpikan Gosner Sitanggang. Bapak tiga orang ini memang sangat pantas untuk mendapat penghargaan hingga bertemu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Dengan pengabdiannya sebagai penyuluh swadaya sejak 1995 dan ikut serta mengembangkan sektor pertanian di Kabupaten Simalungun.
Pria berusia 53 tahun ini banyak mengabdikan diri memajukan peternakan ayam yang dimulai tahun 1977 di Kabupaten Simalungun. Selain sebagai penyuluh pertanian swadaya, Gosner juga sehari-hari bertugas sebagai guru jemaat Huria Kristen Indonesia (HKI).

“Menjadi penyuluh pertanian memang pilihan saya. Dilahirkan dari keluarga petani, membuat saya mencintai dunia pertanian yang memang prospeknya besar tapi kurang perhatian,” ujarnya kepada MedanBisnis yang menjumpainya bersama Kepala Bidang Kerjasama Penyluhan Badan Koordinasi Penyuluh (Bakorluh) Sumut, Ellen Nova beserta staf Bakorluh, Robinson Tampubolon di kediamannnya Desa Bandar Dolok Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun.

Menurutnya, perkembangan pertanian di Sumut khusus daerahnya tidak ada dan ini sangat miris padahal banyak potensi alam yang dapat dikembangkan sehingga menghasilkan pendapatan masyarakat. Melihat kondisi inilah, awalnya Gosner melakukan pendekatan kepada petani sekitar di suasana tidak resmi seperti di warung-warung agar petani lebih semangat.

“Sebenarnya semangat petani kita masih ada, tapi etos dan kepercayaan diri itu masih kurang. Mungkin saja ini karena terhambat oleh pengetahuan yang mereka miliki sangat minim dan tradisional,” katanya.

Dengan semangat tanpa pamrih, Gosner juga ikut membentuk kelompok tani dan terus bertanggung jawab serta membimbing petani yang membutuhkan pengetahuannya. Apalagi ia lebih serius mempelajari pertanian setelah mendapat arahan dari pendetanya yang pergi ke Jepang tahun 2002. Kemudian ilmu tersebut pun disalurkannya kepada petani khususnya pertanian organik.

Saat ini dengan ilmu yang ditularkan pendeta tersebut, Gosner yang juga Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Dolok Panribuan telah membangun kemitraan pemasaran ayam organik dengan UD Gizi Ternak di Pematangsiantar. Selain itu juga membangun kemitraan pemasaran day old chicken (DOC) dengan UD Gizi Ternak di Pematangsiantar.

“Pengembangan ayam kampung punya pasar dan prospek cerah. Apalagi dengan pemeliharaan melalui organik baik dari pakan hingga pestisida yang diperlukan. Kecenduran back to nature ini sebagai momen yang pas untuk mengembangkan pasar ayam kampung ini,” katanya.

Gosner yang juga pernah meraih piala Gubernur Sumatera Utara 2010 tentang penyuluh swadaya tingkat propinsi dan Harapan III tingkat Nasional ini, memang sangat serius mengembangkan pertanian dan peternakan organik. Tanaman padi dan kakao masing-masing seluas dua hektar ini semuanya menggunakan bahan organik.

“Sudah saatnya kita mengembangkan pertanian yang ramah lingkungan dengan back to nature sehingga mempercepat produktivitas tanaman yang berkualitas,” ucapnya dengan tegas.

Untuk perkembangan peternak ayam kampung organik ini tidaklah sulit, ke depan tidak sulit selain memang sudah mampu membuat mesin tetas ayam kampung dengan tingkat keberhasilannya 85-90%.

Sama halnya dengan tenaga penyuluh pertanian lainnya, Opat Parulian Purba. Meski sebagai penyuluh pertanian Pegawai Negeri Sipil (PNS), dengan tekad dan semangatnya mengembangkan sektor pertanian akhirnya membawa bapak berusia 44 tahun ini berangkat ke Istana Presiden saat merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke 66 tahun pada 17 Agustus 2011.

“Sulit memang menjadi penyuluh pertanian karena masyarakat masih terkukung dengan adat istiadat. Lagian sampai sekarang pun masih sulit mengembangkan kelompok tani yang sudah ada agar dapat lebih berkembang,” akunya yang menjadi PNS dari tahun 1996 di Desa Silando Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara.

Diungkapkannya, memang masih mendapat kesulitan dalam memberikan penyuluhan kepada petani karena ada saja yang tidak menyukai tapi sebaliknya juga ada yang menyambut positif.

Dengan melakukan pendekatan pertemanan melalui adat, Opat tidak lupa memberikan ilmunya tentang pertanian sehingga petani kembali memiliki semangat dalam meningkatkan produktivitas tanaman sehingga target swasemabada pangan berkelanjutan dapat tercapai.

“Jika pertanaman dapat baik, pastinya akan membawa peningkatan pendapatan kepada petani. Jadi saya akan terus melakukan dampingan dan memberikan ilmu bagi setiap siapa saja yang membutuhkan,” tegasnya. (yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

2 Responses to PENYULUH PERTANIAN BERPRESTASI KE ISTANA PRESIDEN

  1. Pingback: DevOps Service Providers

  2. Pingback: weed for sale

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *