PENTINGNYA KEHADIRAN PENYULUH

Bagi bangsa Indonesia yang merupakan negara agraris ini, pertanian bukan hanya sekedar bercocok tanam untuk menghasilkan bahan pangan. Pertanian sudah menjadi bagian budaya, sekaligus nadi kehidupan sebagian besar masyarakat. Bahkan, maju mundurnya bangsa Indonesia sangat bergantung pada keberhasilan membangun sektor pertanian.
Mengembangkan sektor yang sangat tergantung dengan sumber daya alam (SDA) ini, pastinya bukan pekerjaan mudah dan dilakukan oleh satu orang atau pihak saja apakah itu pemerintah pusat, propinsi, daerah dan bahkan hanya petani. Masih rendahnya tingkat pendidikan petani, menjadi kenyataan pahit yang harus dihadapi dalam ikut serta meningkatkan sektor pertanian yang merupakan salah satu tulang punggung pendapatan masyarakat Indonesia.

Hadirnya tenaga penyuluh pertanian, perkebunan dan kehutanan menjadi sangat penting dan tombak utama dalam membimbing petani agar melakukan pengelolahan yang benar dan berkualitas, sehingga pendapatan perekonomiannya ikut meningkat. Tapi kembali lagi, dengan kenyataan masih kurangnya tenaga penyuluh di lapangan, membuat kinerja target sedikit terhambat.

Dikatakan Kepala Bakorluh Sumut, Kepala Badan Koordinasi Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (Bakorlu) Sumut, Pulung Hutabarat melalui Kabid Kerjasama Penyuluhan Bakorluh Sumut, Ellen Nova didampingi Robinson Tampubolon, penyuluh pertanian bukanlah suatu hal yang bisa ditangai secara mandiri namun memerlukan keterkaitan dan kerja sama antarlembaga. Bahkan kehadiran penyuluh swadaya sangat membantu perkembangan sektor pertanian.

“Kita memang sangat membutuhkan banyak hadirnya tenaga penyuluh swadaya yang dengan ikhlas membantu kemajuan pertanian di Sumut. Terbukti seperti bapak Gosner Sitanggang yang kini telah sukses dan tinggal mencicipi hasil dari kerjanya yang ikhlas membantu petani tanpa meminta bayaran. Sekarang malah bapak ini disuruh sebagai pembicara yang banyak dibutuhkan tidak hanya di daerahnya tapi sampai se Sumut,” katanya dengan bangga.

Penyuluhan pertanian, merupakan salah satu pilar utama pembangunan pertanian di Indonesia. Meski saat ini jumlah tenaga penyuluh di Sumut masih kurang yakni sekitar tenaga penyuluh pertanian baru sebanyak 2.987 orang terdiri dari 1.143 Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan 1.844 orang Tenaga Harian Lepas Tenaga Bantu (THLTB). Ini berarti Sumut masih kurang sekitar 2.493 orang bila dibandingkan jumlah desa sebanyak 5.434 desa se Sumut.

“Secara efektif seharusnya memang satu orang penyuluh mendampingi satu desa, tapi dengan kondisi ini tidak bisa dilakukan,” katanya.

Petani, kata dia, memang sangat membutuhkan hadirnya tenaga penyuluh guna memberi bimbingan, pengawasan dan latihan untuk meningkatkan produktivitas tanamannya. Dengan kondisi tenaga penyuluh yang dimiliki saat ini, pihaknya pun terus melakukan peningkatan kinerja penyuluh berupa pemantapan latihan, kunjungan, supervisi dan evaluasi (Lakususi). “Selain itu, Bakorlu tetap mempersiapkan peningkatan sumber daya manusia (SDM) pada seluruh penyuluh pertanian di Sumut, khususnya dalam menguasai teknologi perubahan iklim atau anomali agar dapat mengatur pola tanam lebih baik sehingga produksi tidak terganggu,” katanya. (yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to PENTINGNYA KEHADIRAN PENYULUH

  1. Very good day, this is the really superb website, I’ve plummeting in adore studying many of the posts and threads contained after the location, sustain the nice work as well as hope to learn a lot more exciting articles from the time to come.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *