TANPA MARKA, JALAN BERASTAGI BERBAHAYA

BERASTAGI, KOMPAS.com — Kabut tebal yang turun di kawasan Berastagi, Kamis, (8/9/2011) malam, sekitar pukul 22.00, membuat jarak pandang kendaraan yang melaju di ruas jalan Berastagi-Medan hanya dua meter.

Sayangnya, banyak ruas jalan yang tidak dilengkapi marka jalan sehingga menyulitkan pengemudi kendaraan menyusuri jalan. Apalagi jalan di kawasan lereng Gunung Sibayak itu penuh tikungan. Kecepatan kendaraan pun akhirnya hanya merayap kurang dari 5 kilometer per jam.

Kompas yang turun dari Berastagi menuju Medan pada Kamis malam menemukan tidak adanya marka jalan menjelang lokasi wisata penjualan jagung hingga kawasan Bandar Baru sepanjang lebih dari 2 kilometer.

Pengemudi akhirnya mengandalkan pandangan mata dan intuisi dalam mengemudikan mobil. Apalagi sebagian besar kendaraan yang melintas tidak dilengkapi lampu kabut.

Kondisi ini berbahaya karena selain dipenuhi tikungan, jalan juga dikelilingi tebing dan jurang. Batas aspal jalan dan badan jalan yang curam tergerus air membuat kendaraan rawan terkelincir.

Parmin (40), seorang pengemudi, mengatakan, marka jalan sangat membantu pengemudi memberi petunjuk ke mana arah jalan. Tanpa marka jalan, risiko kendaraan tergelincir masuk jurang semakin besar.
sumber : http://regional.kompas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *