KEPALA BKP SUMUT SETYO PURWADI: UBI JALAR DAPAT CEGAH DIABETES MEILITUS

MedanBisnis –  Medan. Kepala Badan Ketahanan Pangan Sumatera Utara (BKP Sumut) Ir Setyo Purwadi mengatakan, ubi jalar dapat berfungsi mencegah penyakit diabetes meilitus (penyakit yang timbul akibat kadar gula darah tinggi). Hal ini karena kandungan serat dalam karbohidrat kompleks dalam ubi jalar menyebabkan pangan ini lambat dicerna. Akibatnya, kadar gula naik secara perlahan-lahan.
Purwadi dalam siaran persnya yang diterima MedanBisnis Kamis (8/9) menyebutkan, dalam  acara “manggadong” yang berhasil memecahkan rekor MURI yang digelar BKP Sumut di USU menyebutkan, para ahli gizi CSPI Washington menempatkan ubi jalar pada posisi nomor satu di antara berbagai jenis pangan berdasarkan kandungan zat gizinya.

Dikatakannya, sasaran dari pelaksanaan program sosialisasi tersebut adalah memasyarakatkan pola makan manggadong  ala kearifan budaya lokal Sumut dalam rangka mendukung penganekaragaman konsumsi pangan (diversifikasi) untuk memanfaatkan dan membudayakan pola konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang.

Poerwadi menyebutkan, ketergantungan konsumsi masyarakat Sumut pada beras sebagai makanan pokok masih tinggi yakni mencapai 139 kg per kapita per tahun, lebih tinggi dibanding  rata-rata nasional 120 kg.

Menurut Setyo, makanan alternatif sumber karbohidrat berbasis sumberdaya lokal sebagai pendamping makanan pokok beras belum digali. Masyarakat yang mengonsumsi pangan nonberas berbasis sumber daya lokal dianggap orang miskin sehingga pengembangan pangan lokal masih terkendala karena dianggap sebagai pangan inferior.

Program ini juga dimaksudkan dalam rangka terwujudnya upaya membangun kesadaran pangan di lingkungan masyarakat akan manfaat konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang dan aman berbasis sumber daya dan budaya lokal.Ubi jalar berperan mencegah penyakit diabetes meilitus.

“Promosi Manggadong di tataran lebih luas masyarakat Sumut penting mendapat peran sendiri karena keberhasilan penurunan konsumsi beras 1,5% per tahun,”katanya.

Momentum ini sangat tepat mensosialisasikan kepada generasi di Sumut sehingga program manggadong dapat masuk ke dalam tambahan kurikulum moatan local (muluk).

Dijelaskan, “manggadong” merupakan tradisi luhur sebagai kearifan lokal masyarakat Tapanuli, Sumut yang mendahulukan makan umbi-umbian (terutama ubi jalar, dan langkah ke depan dapat diperkaya dengan ubi kayu, talas, jagung, pisang dan lain-lain) sebelum mengkonsumsi nasi. Ubi jalar ada diseluruh nusantara. Potensi sebagai sumber karbohidrat untuk bahan pangan dan bahan industri. Sebagian penduduk dunia, terutama di Afrika, Brazil dan Papua menggunakan ubi jalar sebagai makanan pokok. Di Indonesia sekarang ini sebagian kecil masyarakat makan ubi sebagai makanan pendamping, selingan atau cemilan.

Sebanyak 18.829 mahasiswa dan pelajar dari beberapa perguruan tinggi dan sekolah di Medan tercatat berhasil masuk Museum Rekor Indonesia (MURI) untuk kategori memakan ubi jalar dengan peserta terbanyak.Rekor memakan ubi jalar yang dipusatkan di Stadion Mini USU.

Pada kesempatan itu jadir perwakilan MURI Awan Rahargo, yang menyerahkan piagam dari lembaga tersebut. “Dengan bangga kami serahkan piagam MURI kepada Badan Ketahanan Pangan Sumut sebagai pemrakarsa dan penyelenggara dan USU sebagai penyelenggara pendukung makan ubi jalar dengan peserta terbanyak ,” katanya. (rel)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Kesehatan. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *