PEMBELI DIMINTA WASPADAI BERAS BERKLORIN

BANDUNG, TRIBUN – Kepala Bidang Pengawasan Mutu Dinas Pertanian Kota Bandung Umy Safiitri mengatakan, dari tahun ke tahun temuan kasus beras berklorin di pasar tradisional, moderen maupun swalayan semakin menurun. Kendati demikian, adanya beras dengan pemutih buatan ini mesti diwaspadai.

Menurutnya, ciri beras berklorin warna putih sekali, lebih mengkilap, licin, tercium bau kimia. Bahaya klorin pembentukan asam hikplorus dapat merusak sel-sel dalam tubuh, antibodi dalam tubuh menurun, dapat menyebabkan kanker hatiĀ  dan ginjal manusia, dapat memicu kanker darah.

“Tahun 2009 ditemukan 78 kasus makanan tak layak konsumsi karena ikan mengandung formalin, beras berklorin dan ayam tiren,” ujar Umy, Sabtu (27/8) di kantornya.

Menurut Umy, tahun 2010 kasus makanan segar berformalin hanya 20 selama dan tahun 2011 hanya ditemukan satu kasus ikan asin berformalin. (tsm)
sumber: http://jabar.tribunnews.com

This entry was posted in Berita, Informasi Penting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *