LANGKAT TERIMA TAMBAHAN 75 TON BLBU PADI (Karo Tidak Ambil Jatah)

MedanBisnis – Medan. Kabupaten Langkat menerima tambahan sekitar 75 ton dari Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) 2011. Benih bantuan dari pemerintah tersebut seharusnya didistribusikan ke Kabupaten Karo. Namun karena tidak sesuai dengan benih yang diinginkan, jatah itu tak diambil.
Kepala cabang PT Pertani Persero, Alhandi Yani didampingi Agronomis Edward Syam mengatakan, 75 ton benih padi jatah yang diperuntukkan ke Kabupaten Karo direalokasikan ke Kabupaten Langkat, sementara 29 ton benih jagung belum dapat lokasi yang sesuai. “Benih ini kita realokasikan ke Langkat karena Karo tidak mau menerima bantuan tersebut,” ujarnya kepada MedanBisnis, Jumat (26/8).

Dikatakannya, berdasarkan informasi yang diterima, Kabupaten Karo menginginkan benih Pioneer untuk padi dan NK 22 yang harganya berkisar Rp55.000. Sedangkan dengan plafon dari pemerintah hanya sebesar Rp42.000.

“Benih yang diinginkan itu sesuai dengan tanah mereka, sehingga kalaupun dipaksa menggunakan benih yang ada ini tidak akan termanfaatkan. Jadi memang lebih baik direalokasikan ke daerah yang sesuai seperti Kabupaten Langkat,” jelasnya.

Sementara alokasi yang diterima Kabupaten Langkat sendiri, yakni untuk benih padi sebanyak 250 ton dengan realisasi penyaluran hingga 15 Agustus 2011 telah mencapai 115 ton. Selain benih padi, Langkat juga mendapat jatah BLBU padi gogo sebanyak 5 ton dan benih kedelai 40 ton yang sudah dialokasikan 18,4 ton. “Jadi untuk jenis BLBU tahun ini, Karo tidak ada menerima alokasi penyaluran,” katanya.

Untuk realisasi penyaluran pada Agustus 2011 ini yang didistribusikan PT Pertani telah mencapai 996 ton dari alokasi 1.538 ton. Sisa benih akan terus disalurkan memasuki musim tanam (MT) II pada September dan Oktober. Jenis BLBU terdiri dari komoditas padi non hibrida yang realisasi penyerapannya sudah mencapai 843 ton dari alokasi 1.285 ton.

Selanjutnya, untuk BLBU komoditas padi gogo alokasi sebanyak 81,250 ton dan yang baru teralisasi sebanyak 37,925 ton. Daerah yang menerima bantuan tersebut sebanyak 8 kabupaten/kota, yakni Langkat sebanyak 5 ton, Deliserdang 11 ton, Serdang Bedagai 2 ton, Pakpak Bharat 22 ton, Tapanuli Tengah 12 ton, Humbang Hasundutan 12 ton, Padang Lawas Utara 12 ton dan Padang Lawas sebanyak 2 ton.

Alokasi bantuan benih jagung hibrida sebanyak 62 ton dengan realisasi distribusi telah mencapai 22 ton. “Kalau bantuan kedelai sudah teralisasi 93 ton dari alokasi 120 ton di enam kabupaten/kota,” tuturnya. (yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *