P-APBD TANJUNGBALAI NAIK DRASTIS

TANJUNGBALAI  – Kondisi anggaran belanja yang diajukan anggota dewan dalam Perubahan APBD Kota Tanjungbalai 2011, merupakan prestasi tersendiri bagi pemerintah kota dan juga merupakan alokasi anggaran belanja naik drastis atau tertinggi sepanjang 10 tahun terakhir ini. Penilaian itu disampaikan Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Kota Tanjungbalai, L Butar-Butar, hari ini.

Dipaparkan, sesuai dengan Nota Keuangan P-APBD yang disampaikan walikota sebelumnya, bahwa anggaran belanja daerah yang berjumlah Rp428.970 000 000,dialokasikan untuk belanja tidak langsung senilai  Rp232 340 000 000 atau mengalamai kenaikan sebesar Rp11.670 650 000, dari sebelumnya senilai Rp220.669 350 000. Dimana, anggaran itu  diperuntukkan untuk belanja pegawai sebesar Rp203 998 423 000 atau naik sebesar Rp8.892 633 000.

Kemudian anggaran  belanja hibah senilai Rp5 410 000 000 atau naik sebesar Rp1 815 000 000, dan belanja sosial sebesar Rp20 950 560 000 atau naik sebesar Rp945 000 000, serta belanja bantuan keuangan  dialokasikan sebesar Rp480 617 000 atau naik sebesar Rp17617 000.

Sementara untuk anggaran belanja langsung diprediksikan sebesar Rp196 630 000 000 atau mengalami kenaikan sebesar Rp31 329 350 000 dari lokasi awal sebesar Rp165 300 650 000.

Kenaikan belanja langsung sebesar Rp31 329 350 000 yang diprioritaskan untuk bidang infrastruktur  pada Dinas PU sebesar Rp13 514 393 200, dan bidang Pendidikan sebesar Rp7 778 392 700 serta bidang kesehatan sebesar Rp3 756 892 915 , bidang pemerintahan umum sebesar Rp2 528 988 100.

Kenaikan alokasi anggaran ke empat sektor yang menjadi prioritas tersebut. F PDI-Perjuangan diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, serta dapat megatasi pengurangan pengangguran serta mengatasi masalah banyaknya anak usia sekolah terutama siswa yang melanjutkan pendidikan ke tingkat  SMP, meningkatnya pelayanan kesehatan rujukan dan mampu mengatasi persoalan pendahuluan dana raskin, fasilitas umum serta pasilitas sosial di Kota tanjungbalai.

Terkait target peneriman daerah yang diproyeksikan sebesar Rp400 000 000, F PDI-Perjuangan juga mengharapkan kepada pemko agar target tersebut dapat ditingkatkan, mengingat pada tahun anggaran 2010 lalu penerimaan dai pinjaman daerah terealisasi sebesar Rp736 999 000.

Mencermati nota keuangan RAPBD tentang Perubahan APBD tahun 2011 yang diajukan walikota. F PDI-Perjuangan mengharapkan agar dilakukan pembahasan secara mendalam terutama pada kemampuan dan potensi kondisi rasional sektor pendapatan.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *