LSM AUSTRALIA SOGOK PENYEMBELIH DI RPH BINJAI UNTUK “SIKSA SAPI”

MedanBisnis – Jakarta. Seorang senator Australia yaitu Chris Back mengeluarkan pernyataan resmi dari seorang penyembelih hewan Indonesia, bahwa dia dibayar oleh lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk menyiksa sapi dan direkam.
Chris mengatakan, dia mendapatkan informasi dari sumber terpercaya bahwa penyembelih hewan di Indonesia dibayar Rp50 ribu-Rp 150 ribu atau 17 dolar Australia untuk menendang kepala hewan di depan kamera televisi.

Sementara itu Senator Bull Heffernan yang menangani soal urusan pedesaan dan transportasi mengakui pernyataan Back tersebut. “Pagi ini kami bertemu secara formal dan menerima surat ini yang sekarang menjadi konsumsi publik. Dokumen tersebut diungkap oleh Senator Back,” ujar Heffernan dikutip dari ABC, Kamis (18/8).

Sebelumnya video proses pemotongan sapi di beberapa rumah potong hewan (RPH) yang diperoleh dari LSM pecinta hewan ternak ditayangkan oleh televisi Australia pada program ABC”s Four Corners. Video ini mengambarkan kekerasan brutal terhadap sapi sebelum dipotong sehingga sempat membuat heboh. Masalah ini bahkan membuat Australia menghentikan pasokan sapi bakalan ke Indonesia sejak Juni hingga Juli karea menilai RPH di sini tidak memperhatikan kesejahteraan hewan dan kaidah kesehatan masyarakat yang mengonsumsinya.

Asosiasi Produsen Daging dan Feedlot Indonesia (Apfindo) mencatat beberapa RPH tak mendapatkan pasokan sapi dari Australia sejak publikasi tersebut. Adapun RPH tersebut antara lain RPH Mabar di Medan, RPH Bayur Tangerang, RPH Herman Lampung, RPH Gondrong Tangerang, RPH Zidin Karo Sumatera Utara, RPH Tani Asli Deli Serdang, RPH Binjai Sumut, RPH Mataram NTB, RPH Taliwang Sumbawa, RPH Bubulak Bogor, RPH Depok, RPH Zbeef Lampung.

Heffernan mengatakan pernyataan yang dikeluarkan oleh Senator Back itu juga ditandatangani oleh penyembelih hewan asal Binjai yaitu Ali Aman. Dia mengatakan menerima Rp 50 ribu dari orang asing untuk mengambil gambar dan video penyiksaan hewan.”Saya mengakui menerima uang sebesar Rp 50 ribu dari orang asing di RPH (rumah potong hewan) Binjai saat mereka mengambil gambar dan video penyiksaan hewan,” demikian isi pernyataannya. (dtf)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *