PN KABANJAHE GELAR SIDANG LAPANGAN KASUS DUGAAN KORUPSI PEMBANGUNAN TPS

Kabanjahe, (Analisa). Pengadilan Negeri (PN) Kabanjahe gelar sidang lapangan dugaan kasus korupsi penggunaan anggaran pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) sebanyak 708 kios bagi pedagang korban kebakaran di Pusat Pasar Kabanjahe, Kamis (11/8) petang
Dalam sidang lapangan itu, dihadirkan tiga terdakwa yang berperan dalam pengadaan proyek, masing-masing Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), RT SE, Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Drs KS dan rekanan yang mengerjakan proyek ESM ST.

Hakim yang menangani perkara itu di antaranya Lince br Purba SH yang juga Ketua PN Kabanjahe, Rina Lestari SH, Tirta Tirtona, Iman SH dan Diana SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Albert Pangaribuan SH, Rizal Siregar SH, S Riadi SH. Kuasa hukum terdakwa RT SE dan Drs KS didampingi Dasat Tarigan SH.

Para hakim dan JPU yang menangani perkara itu meninjau pembangunan TPS berbiaya Rp 1,9 miliar bersumber dari dana APBD Kabupaten Karo tahun 2009 di lokasi Plaza Kabanjahe lantai IV sebanyak 151 kios dengan ukuran 2 M x 3 M dan sekitar plaza itu.

JPU Albert Pangaribuan SH menjelaskan kepada Ketua Majelis Hakim Lince br Purba, lokasi pembangunan TPS di Plaza Kabanjahe sama sekali tidak ada rabung sengnya sesuai dengan kontrak kerja yang disepakati. Demikian juga pengerjaan penggalian umpak tidak ada, padahal perhitungan pembayaran dikenakan.

Dasad Tarigan SH sebagai kuasa hukum terdakwa RT SE dan KS kepada wartawan menjelaskan, seharusnya bukan kliennya saja yang harus menjadi terdakwa, tetapi Kepala Dinas Pendapatan Drs SS sebagai penanggunjawab anggaran harus ikut bertanggungjawab dalam perkara ini.

Ditambahkannya, konsultan sebagai pengawas proyek seharusnya juga harus ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejari Kabanjahe, karena konsultan yang lebih banyak mengetahui tentang proyek ini.

Kios yang terbakar sebanyak 708, sedang yang terealisasi dibangun baru sebanyak 618 kios. Pembangunan TPS itu ukurannya bervariasi, 2 x 3 m2 dan 2 x 3m2 dan telah dikerjakan sebanyak 618 kios.

Perincinan pembangunan kios untuk pedagang itu masing-masing sebanyak 70 TPS ditempatkan di Jalan Mumah Purba, 96 TPS di Jalan Abdul Kadir, 38 TPS di Nabung Surbakti, 36 TPS di Jalan Sudirman, 16 TPS Komplek Konen Kabanjahe Plaza di lantai dasar, 66 TPS di Komplek Konen dan sebanyak 151 TPS di Kabanjahe Plaza. Sisanya 90 unit TPS belum dibangun.

Meski dalam pengerjaan proyek itu dilakukan addendum, pengurangan biaya yang disepakati pengerjaan proyek hanya 618 unit hingga ada pengurangan nilai proyek Rp 274.000.000 dari nilai pagu anggaran. Meski telah dilakukan addendum, pengurangan biaya pengerjaan proyek itu, tetapi tidak sesuai dengan bestek. (ps)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *