ENAM SARJANA PETERNAKAN AKAN TERIMA BANTUAN KEMENTAN RI

Bireuen, (Analisa). Enam sarjana peternakan asal Bireuen akan mendapat kesempatan membina sejumlah kelompok tani (KT) ternak. Kesempatan itu merupakan wujud kerjasama Dirjen Dikti Kementerian Pendidikan dengan Dirjen Peternakan Kementerian Pertanian RI untuk program Sarjana Membangun Desa (SMD).
Dalam waktu dekat setiap kelompok ini akan diberikan bantuan antara Rp300 hingga Rp400 juta dari Kementerian Pertanian (Kementan) RI. Di dalamnya, mahasiswa berperan sebagai pembina kelompok, kata Kadis Pertanian Bireuen melalui Kabid Peternakan, drh Afriza, Kamis (11/8).

Selain bantuan dana segar melalui rekening kelompok untuk rencana pengadaan sapi, domba dan kambing (sesuai program pengembangan yang dikabulkan), para sarjana dan ketua KT juga akan diberi kesempatan magang, pelatihan manajemen dan life skill di Pulau Jawa.

Afriza menyebutkan, para sarjana peternakan yang ditunjuk selaku pembina KT, akan menjalani kontrak kerja selama satu tahun dengan Kementan RI. Setelah kontrak berakhir, pembina secara mutlak masuk sebagai anggota KT.

Sarjana dan kelompok tani penerima bantuan yaitu, Sumardi SP (pembina KT Cemerlang di Desa Suwak, Kecamatan Peusangan Selatan) untuk program pengembangan sapi potong. Zainuddin SPt (pembina KT Cemerlang) yang berlokasi di desa yang sama serta untuk program serupa.

Edi Saputra SP, pembina KT Naguna Usaha, Desa Awe Geutah dan Saiban SKH selaku pembina KT Bina Kaum Desa Lueng Danuen (keduanya di wilayah Kecamatan Peusangan Siblah Krueng). Kelompok ini akan melaksanakan usaha pengembangan domba dan kambing.

Dua KT yang juga akan melaksanakan usaha pengembangan domba dan kambing, akan dibina oleh dua sarjana yakni drh Dina Kosadiana, KT Lestari Desa Paya Meuneng, Peusangan serta Balyan SSt selaku pembina KT Ingin Sukses, Desa Pandrah Kandeh, Kecamatan Pandrah.

Berkoordinasi

Dikatakan, selain menyampaikan laporan kemajuan sentra pengembangan ternak kelompok masing-masing kepada pemerintah secara periodik, pembina berkewajiban berkoordinasi dengan Dinas Pertanian melalui Sub Bidang Peternakan.

Kegiatan ini tengah dipersiapkan. Menurut jadwal, pendanaan bagi setiap kelompok tani akan terealisasi sekitar awal September mendatang. “Kita berharap program SMD tahun ini dapat menjadi pilot project untuk realisasi bantuan ke depan,” kata Afriza.

Dia menambahkan, maraknya minat sarjana peternakan untuk bergelut dalam program SMD merupakan suatu bukti besarnya keseriusan, minat dan antusiasme kalangan sarjana serta masyarakat petani untuk bekerja mengembangkan sektor peternakan. (hel)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *