PROGRAM VAKSINASI KANKER SERVIKS DIMULAI DI DENPASAR

Jakarta, (Analisa). Pencanangan program vaksinasi kanker serviks mulai dilakukan di Sekolah Yayasan Tunas Daud, Denpasar oleh Persatuan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Denpasar yang merupakan kelanjutan progam edukasi kesehatan reproduksi di 106 sekolah.
Kedua program edukasi dan vaksinasi adalah bagian dari program besar “Pendekatan Menyeluruh untuk Eradikasi Kanker Serviks di Bali” untuk menuju cita-cita “Bali bebas kanker serviks 2020”.

Ketua POGI Denpasar dr. Made Suyasa Jaya, SpOG (K) dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Jumat menjelaskan terlaksananya program vaksinasi dan edukasi kesehatan reproduksi remaja di Denpasar ini merupakan hasil sinergi banyak pihak yaitu POGI Denpasar sebagai asosiasi profesi medis yang menguasai permasalahan, Dinas Kesehatan Denpasar sebagai penyedia fasilitas dan tenaga kesehatan wilayah, Dewan Pendidikan Kota Denpasar yang memungkinkan masalah kanker serviks dibawa kepada sekolah-sekolah dan juga keterlibatan mitra swasta yaitu GlaxoSmithKline (GSK) dalam penyediaan fasilitas vaksin.

Program ini berhasil dijalankan berkat dukungan para pejabat kota Denpasar,ujarnya.

Made Suyasa Jaya mengatakan, program vaksinasi dan edukasi kesehatan reproduksi remaja berbasis sekolah di Denpasar ini, merupakan yang pertama dijalankan di Bali.

“Program in bergerak melalui sektor pendidikan, tempat dibangunnya awal kesadaran pentingnya pencegahan kanker serviks kepada remaja melalui pemahaman kesehatan reproduksi remaja dan pemberian vaksinasi untuk pencegahan kanker serviks,” katanya.

Menurut dia, kesadaran bersama untuk mencapai “Bali bebas kanker serviks 2020” ini didukung sepenuhnya oleh semua pemangku kepentingan dalam pemerintahan yaitu POGI sebagai asosiasi profesi medis, Dewan Pendidikan Kota Denpasar, Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Bali dan Kota Denpasar, DPRD, Gubernur Bali Mangku Pastika , pejabat Kota Denpasar, Dinkes Provinsi Bali dan Kota Denpasar, PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia), perwakilan sekolah, Kementerian Agama, serta organisasi swadaya masyarakat FCP.

Pada 2010, penduduk Bali berjumlah 3,9 juta jiwa dengan sekitar 553 ribu wanita usia subur yang berisiko terkena kanker serviks. Di Bali angka kejadian kanker serviks adalah 43/100.000 (0,89%).

Bali merupakan salah satu daerah dimana sebagian besar dari sejumlah 114 puskesmas, sudah dapat melakukan program pencegahan kanker serviks “See and Treat”.

Dalam waktu dua tahun sejak 2008, 116,7 ribu perempuan Bali sudah menerima penyuluhan kanker serviks dan lebih dari 45.000 sudah melakukan deteksi dini. (Ant)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Kesehatan, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *