INDUSTRI PARIWISATA SUMUT MASIH KEKURANGAN SDM PROFESIONAL

Medan, (Analisa). Hingga kini, Indonesia, khususnya Sumatera Utara masih kekurangan sumber daya manusia (SDM) yang profesional. Padahal, dengan potensi pariwisata yang sangat besar, butuh SDM yang berkualitas guna mengelola berbagai sumber daya pariwisata tersebut.
“Potensi sumber daya pariwisata di Indonesia, baik dalam bentuk objek maupun kebudayaan sangat besar. Pengelolaan sumber daya tersebut harus didukung dengan SDM berkualitas dan memiliki kompetensi. Untuk mempersiapkan SDM pariwisata itu, dibutuhkan peran aktif dari para pemangku kepentingan,” jelas Kepala Badan Pengembangan dan Sumber Daya Pariwisata Kementerian Budaya dan Pariwisata Prof Dr I Gusti Pitana MSc kepada wartawan, Jumat (12/8) usai melantik Drs Kosmas Harefa MSi yang dipercayakan sebagai Direktur Akademi Pariwisata Negeri di Kampus Akpar Negeri Medan, Jalan Rumah Sakit Haji Medan Estate.

SDM pariwisata, lanjutnya, tidak hanya sekadar sebagai pencari kerja saja, namun juga harus menjadi SDM yang mampu menciptakan lapangan kerja, serta cerdas menciptakan peluang. Selain itu, SDM yang ada dituntut tidak hanya dapat mengerjakan hal yang sifatnya teknis, namun juga dapat menjadi teknokrat dan bekerja secara profesional.

“Kita pemerintah sudah yakin, kalau pariwisata itu merupakan “tambang emas” yang tidak habis-habisnya digali. Karena potensi pariwisata di Indonesia sangat luar biasa, ada beberapa program yang kita lakukan termasuk di antaranya pembenahan SDM. Oleh karena itu pemerintah gencar melakukan program-program pembinaan SDM secara akademik seperti Akpar Medan maupun non Akademik,” bebernya.

Selain itu, lanjutnya, agar para pekerja di sektor pariwisata bisa “diekspor” keluar negeri, pemerintah telah melakukan pendidikan sertifikasi kompetensi para pekerja di bidang pariwisata. Yang memiliki ketrampilan serta bersertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) pasti memiliki peluang kerja lebih cepat dibandingkan yang tida bersertifikasi.

Kompetensi

“Oleh karena itu, setelah tamat dari Akpar Medan mereka sudah harus memiliki sertifikasi kompetensi, artinya dengan memiliki setifikasi sudah siap bekerja di sejumlah hotel internasional yang ada di Indonesia maupun luar negeri. Sebab ke depan Indonesia bakal mengirim para tenaga profesional di bidang pariwisata yang bersertifikasi,” paparnya.

Hingga kini, Indonesia masih banyak butuh pekerja pariwisata bersertifikasi. Namun, masih banyak juga di antaranya yang belum bersertifikasi.

“Untuk tahun 2011, ditargetkan 15 ribu pekerja di sektor pariwisata yang terampil harus bersertifikasi. Sertifikasi sudah digelar serentak di seluruh Indonesia sejak tahun 2010,” ujarnya sembari menambahkan sertifikasi yang diselenggarakan terutama provinsi yang memiliki daerah tujuan wisata maupun yang butuh tenaga kerja, seperti Sumut, Kepulauan Riau, Sumbar, Sumsel, DKI Jakarta, Jogyakarta, Jatim, Sulsel, Sulut, Bali dan Nusa Tenggara Barat.

Sementara Kosmas Harefa, Direktur Akpar Medan yang baru dilantik mengungkapkan dirinya akan terus melakukan pembinaan yang lebih baik kepada para mahsiswa Akpar Medan. Hal ini dilakukan agar para mahasiswa mampu bersaing dengan para tenaga kerja dari luar negeri.

“Khusus Sumut kita akan selalu siap menghasilkan para pekerja profesional di bidang pariwisata, artinya dengan keterampilan yang dihasilkan Akpar Medan akan mampu memberi kontrubsi kepada daerah,” pungkasnya. (mc)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *