BPS: KERBAU BISA JADI HEWAN LANGKA

Jakarta, (Analisa). Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan dari hasil Pendataan Sapi Potong, Sapi Perah dan Kerbau (PSPK) 2011 diketahui jumlah kerbau selama delapan tahun terakhir turun 100 ribu ekor.
Kepala BPS Rusman Heriawan di Jakarta, Jumat (12/8) mengatakan, dari hasil Sensus Pertanian 2003 jumlah kerbau di dalam negeri sebanyak 1,4 juta ekor namun pada 2011 hanya 1,3 juta ekor.

Dengan demikian, tambahnya katanya ketika menyampaikan angka awal hasil PSPK 2011 di kantor Kementerian Pertanian, rata-rata jumlah kerbau di Indonesia berkurang 7,8 ribu ekor per tahun. “Kalau seperti ini terus (kencenderungannya) kerbau akan menjadi binatang langka karena turun jumlahnya,” katanya.

Penurunan jumlah kerbau tersebut, menurut dia, karena binatang yang dulunya dianggap sebagai sarana produksi pertanian, yakni alat membajak sawah, kini tidak lagi dimanfaatkan karena digantikan oleh traktor maupun mesin pertanian.

Di sisi lain, tambahnya, kerbau juga jarang dimanfaatkan dagingnya untuk konsumsi karena masyarakat Indonesia lebih memilih daging sapi untuk memenuhi kebutuhan proteinnya. “Kondisi inilah yang akhirnya menjadikan kerbau disia-siakan. Ternak kerbau tidak mendapatkan perhatian,” katanya.

Pemanfaatan ternak kerbau, lanjut Rusman, hanya pada masyarakat ataupun golongan tertentu serta untuk tujuan tertentu seperti upacara ritual adat yang dilakukan masyarakat tanah Toraja di Sulawesi Selatan.

Berdasarkan hasil PSPK 2011 populasi kerbau terbesar terdapat di Provinsi Nusa Tenggara Timur sebanyak 150 ribu ekor atau 11,50 persen dari total populasi kerbau di Indonesia.

Kemudian Aceh sebanyak 131,5 ribu ekor (10,08 persen), Jawa Barat 130,1 ribu ekor (8,76 persen), NTB 105,4 ribu ekor (8,08 persen), dan Sumatera Barat 100,3 ribu ekor (7,69 persen).

Sedangkan provinsi lain mencatat populasi kerbau kurang dari 100 ribu ekor. “Di Papua didapati satu ekor ternak kerbau yang awalnya dibawa dari Toraja sebanyak lima ekor namun yang empat ekor telah dipotong untuk upacara,” katanya.

Sementara itu Menteri Pertanian Suswono menyatakan, kerbau harus dijaga keberadaannya agar tidak sampai punah di Indonesia karena binatang ternak tersebut merupakan cadangan pangan yang potensial.

“Di Italia potensi kerbau (sebagai pemenuhan kebutuhan pangan) luar biasa, seperti pada Mozarella yang merupakan pemanfaatan susu kerbau,” katanya. (Ant)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to BPS: KERBAU BISA JADI HEWAN LANGKA

  1. Thanks for all your labor on this web page. My mom delights in conducting investigations and it’s really easy to understand why. I know all concerning the dynamic mode you deliver very important tips on your web blog and therefore improve contribution from some others on the matter while my child is undoubtedly starting to learn a lot. Take advantage of the remaining portion of the year. You have been performing a really good job.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *