KINERJA PETUGAS JEMBATAN TIMBANG SIBOLANGIT PERLU DIAWASI

Petugas jembatan timbang Sibolangit perlu diawasi. Pasalnya, praktik pungutan liar (pungli) di jembatan timbang yang terletak di Deli­serdang itu  masih terus ber­langsung.

“Di Jembatan Timbang milik Dinas Perhubungan Su­matera Utara itu perlu dila­kukan pengendalian muatan agar lebih tertib pelaksa­naannya,” kata Wakil Ketua DPRD Karo Ferianta Purba SE, kemarin.

“Kenyataan di lapangan, upa­ya pemerintah seringkali tidak dijalankan secara efektif oleh petugas di lapangan,” tam­bahnya sembari menga­takan, petugas seringkali ber­kolusi dengan pemilik ang­kutan barang untuk melegalkan muatan berlebih dengan memberi uang pelicin  agar kendaraannya dapat melintas.

Sebagai bukti, beberapa waktu lalu tiga pegawai Dinas Perhubungan (Dishub) Sumut yang bertugas di Jembatan Timbang Sibolangit, tertang­kap tangan menerima uang dari sopir truk yang dikategorikan sebagai tindak pida­na korupsi.

Selain menangkap tiga pegawai Dishub, tim intelijen Kejaksaan juga menemukan barang bukti hasil pungli senilai Rp16,4 juta dan uang senilai Rp1,2 juta hasil retribusi.

Uang Rp1,2 juta itu sesuai dengan yang tertulis pada laporan, sedangkan Rp16,4 juta merupakan hasil pungutan yang ditemukan dalam tas. “Kasus kemarin merupakan salah satu bukti ketidakberesan pelaksanaan tu­gas aparat Jembatan Timbang Sibolangit. Pantas saja selama ini jalan menuju daerah wisata Karo mengalami rusak pa­rah. Bagaimana tidak, kalau dalam melaksanakan tugas unsur pungli yang dominan, bukan mengawasi kerja mereka,“ tandas Ferianta.

Ke depan, ujar Ferianta, un­­tuk mengawasi kinerja pe­tugas Jembatan Timbang Si­bolangit, pihaknya akan  ber­ko­ordinasi dengan DPRD Su­mut.
Sebagaimana diketahui dalam Peraturan Daerah (Per­da) Propsu No 14 Tahun 2007 tentang Pengendalian Kele­bihan Muatan Angkutan Bar­ang Denda, angkutan yang melanggar 5-15 persen dari JBI didenda Rp 80 ribu, yang melanggar 15-25 persen dari JBI didenda Rp 100 ribu. Sedangkan yang melanggar di atas 25 persen dari JBI,  ken­deraannya akan dipulangkan atau ditilang. ”Namun sangat jarang terlihat adanya bentuk penilangan dan pemulangan, wa­lau secara mata telanjang terlihat kendaraan dengan muat­an di atas JBI bebas berjalan,” ujar Ferianta.
sumber: http://medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *