MUSIM BUAH BERSAMAAN, RAMBUTAN BINJAI KALAH BERSAING

MedanBisnis – Langkat. Musim buah tahun ini datang hampir bersamaan, sehingga berbagai jenis buah-buahan kini membanjir di pasar. Kondisi ini membuat rambutan binjai, yang saat ini juga tengah memasuki masa panen kalah bersaing dan sepi peminat.
Demikian diungkapkan sejumlah pedagang rambutan binjai yang menjajakan dagangannya dipinggiran jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Binjai-Medan dan Binjai-Langkat, kepada MedanBisnis, Senin (8/8).

“Saat ini, buah manggis, duku, lansat, durian serta sejumlah jenis buah lainnya juga sedang masa panen. Sehingga saat ini banyak sekali jenis buah yang beredar di pasar dan hampir semuanya membanjir. Akibatnya, buah rambutan binjai yang saat ini juga tengah masa panen kurang peminatnya,” kata boru Hombing (56), salah seorang penjaja rambutan di pinggiran Jalinsum Kota Binjai.

Dikatakan boru Hombing, karenanya banyaknya pilihan buah untuk dikonsumsi di bulan Ramadhan ini, membuat penjualan rambutan mengalami penurunan. “Saat ini rata-rata dagangan kita paling laku 20-30 ikat per hari. Padahal saya berjualan dari pagi hingga malam hari,” ujarnya sembari
mengatakan sebelum bulan Ramadhan lalu, penjualannya masih bisa mencapai 60 hingga 100 ikat per hari.

Ditemui terpisah, Sisunariyo, supliyer rambutan dari Langkat menyatakan, kurangnya peminat rambutan di bulan puasa ini selain karena banyaknya pilihan buah yang beredar di pasaran juga disebabkan karena harga buah rambutan hingga saat ini masih tinggi.

“Harga jual buah rambutan saat ini masih tinggi. Ini karena harga pembelian kita dari petani juga masih tinggi yakni berkisar Rp400 ribu per keranjang, belum lagi ditambah dengan ongkos panjat, ongkos ikat dan transportasi,” ujarnya. (misno)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *