POTENSI TERNAK ACEH BELUM OPTIMAL

BANDA ACEH – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Aceh menilai potensi peternakan di provinsi ini belum dikembangkan secara maksimal, menyusul sedikitnya tingkat pengembangan sapi yang dipelihara masyarakat setempat.

Kepala BPS Aceh, Syech Suhaimi, mengatakan berdasarkan hasil sensus sapi dan kerbau, tingkat pengembangan ternak tidak sampai satu persen dari jumlah kepala keluarga di Aceh sebanyak 1,25 juta keluarga.

Data sementara sensus sapi dan kerbau di Aceh menyebutkan, jumlah pemelihara ternak di provinsi berpenduduk sekitar 4,6 juta jiwa itu sebanyak 159.624 orang dengan jumlah sapi 589.217 ekor.

“Artinya, rasio peternakan sapi dan kerbau yang dikembangkan di Aceh saat ini tidak sebanding dengan jumlah kepala keluarga,” katanya, tadi siang.

Dijelaskan, Aceh memiliki tanah yang subur dan lahan cukup luas untuk mengembangkan sapi dan kerbau, namun semua itu belum tergarap secara optimal.

Ia menambahkan, para peternak di Aceh juga belum sejahtera yang ditandai dengan turunnya nilai tukar petani di subsektor peternakan yakni minus 0,16 persen dari 99,04 pada bulan sebelumnya menjadi 98,87 pada Juli 2011.

“Kami menilai lonjakan harga daging seperti pada hari pemotongan ternak mencapai Rp130 ribu per kilogram belum sepenuhnya dinikmati petani,” katanya.

Karena itu, Suhaimi menyarankan agar Pemerintah Aceh dan kabupaten dan kota dapat lebih fokus untuk pengembangan peternakan di provinsi itu dengan memanfaatkan potensi yang cukup potensial dalam rangka meningkatkan pengembangan ternak.

Menurutnya, pemerintah juga dapat memberikan bantuan lembu agar bisa dipelihara oleh masyarakat agar upaya menjadikan Aceh sebagai salah satu daerah swasembada daging akan tercapai.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *