DUA ANGGOTA DPRD SEMARANG DITUNTUT HUKUMAN RINGAN

DENPASAR – Dua anggota DPRD Semarang, Jateng Bambang Sutrisno (45) dan Edy Purwanto (37), yang ditangkap aparat Polda Bali di salah satu hotel di Kuta, Bali, pada 1 Februari 2011, karena diduga tersangkut kasus kepemilikan narkoba jenis sabu seberat 0,56 gram, hanya dituntut hukuman relatif ringan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Kamis (4/8).

Pada sidang yang dipimpin Majelis Hakim diketuai Istiningsih dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ketut Sujaya ini menuntut Bambang dengan pidana penjara 10 bulan, sedangkan Edy 15 bulan penjara.

Ketut menilai, Bambang dan Edy melanggar Pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, yakni menggunakan atau mengonsumsi narkoba. Tuntutan terhadap Bambang dan Edy ini relatif sangat ringan, mengingat ancaman hukuman bagi pelanggar Pasal 127 UU No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika adalah maksimal 4 tahun penjara.

Pasal 127 yang dipakai Ketut guna menjerat Bambang dan Edy juga dinilai kurang tepat. Hal ini karena sewaktu ditangkap polisi, Bambang dan Edy belum sempat mengonsumsi sabu-sabu.

Sebagaimana diberitakan beberapa waktu lalu, Bambang dan Edy datang ke Bali pada 1 Februari 2011 bersama rombongan anggota DPRD Semarang lainnya guna melakukan kunjungan kerja ke Pemkab Badung, Bali.

Namun pada malam harinya, Selasa (1/2), kedua terdakwa diduga membeli sabu-sabu seberat 0,56 gram dari wanita yang dikenal Edy melalui Facebook. Sesaat setelah menerima sabu itu, sekitar pukul 21.45 Wita, Bambang dan Edy langsung digerebek dan ditangkap aparat Polda Bali.

Ketika Edy digeledah, petugas menemukan barang bukti sabu 0,56 gram itu tersimpan dalam kotak pembungkus rokok. Seketika itu pula keduanya digelandang ke Polda Bali. Terkait hal ini, Kabid Humas Polda Bali yang kala itu masih dijabat Kombes Gde Sugianyar pernah menjelaskan kepada pers bahwa Bambang dan Edy belum sempat mengonsumsi sabu tersebut.

Ketut dalam surat tuntutannya juga menguraikan beberapa hal yang memberatkan maupun meringankan kedua terdakwa. Hal yang memberatkan, menurut Ketut, kedua terdakwa sebagai anggota legislatif tidak ikut membantu program pemerintah dalam pemberantasan peredaran narkoba.

Sementara hal yang meringankan, lanjut Ketut, kedua terdakwa bersikap sopan selama persidangan. Terkait dengan tuntutan Ketut ini, Istiningsih menunda sidang hingga pekan depan, guna memberikan kesempatan kepada kedua terdakwa menyampaikan pembelaan (pledoi).
sumber: http://www.sinarharapan.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *