HAK GURU DIPOTONG

Sidikalang, (Analisa). Tim DPRD Kabupaten Dairi daerah pemilihan II meliputi Kecamatan Siempat nempu, Silima pungga-pungga dan Siempat nempu hilir masih menemukan adanya praktik pemotongan hak-hak guru, Senin (1/8).
Tunjangan atau insentif misalnya tidak diterima sesuai nominal dokumen. Wakil Ketua DPRD, Ir Benpa Hisar Nababan, Selasa (2/7) mengatakan sangat miris atas tindakan tersebut. Di tengah komitmen pemerintah meningkatkan kualitas pendidikan, justru oknum tertentu melakukan sunat. Bagaimana guru semangat mencurahkan kemampuan?

Bila memang tidak ada, nyatakan saja tidak ada. Jangan sesekali keringat mereka diperas oknum tertentu, kata dia kepada wartawam. Sehubungan itu, kasus ini akan diklarifikasi kepada Kepala Dinas Pendidikan

Pada kunjungan lapangan itu, Benpa turun bersama anggota Saulus Sinaga, Jusrianda Nainggolan, Harry Napitupulu, Lumban Panjaitan, Sabam Sibarani dan Pissher Simamora didampingi eksekutif.

Topik lain, Benpa menjelaskan monitoring seputar rencana pembangunan Pasar Parongil Kecamatan Silima pungga-pungga. Substansi itu perlu dibahas lebih detail. Pemerintah menerangkan bahwa luas lahan transaksi tersebut mencapai 2 hektar. Namun realitasnya, meleset dari ukuran. Bila batas areal itu dibuat, maka sebagian rumah penduduk akan tergusur. Lumban mengutarakan, seyogianya, pemerintah mengikuti ukuran sesuai areal terpakai saat ini. Jangan sampai, program pembangunan justru merugikan penduduk.

Dalam pandangannya, luas lahan tersedia saat ini sudah melebihi kondisi awal. Sebab, penyediaan ruas jalan merupakan hibah penduduk.

Masih seputar keberadaan pasar, Benpa mengkritisi penerimaan PAD (pendapatan asli daerah) dari sektor pasar. Sepertinya, ketika manajemen diserahkan kepada BUMD, justru pencapaian kurang memuaskan. Kinerja di bawah Dinas Cipta Karya atau Dinas Pasar pada masa terdahulu dirasa lebih membanggakan. Ironi bukan? Jumlah pedagang kian banyak tetapi realisasi pemasukan malah terseok-seok. Ini tidak realistis. Ada kontradiksi antara pemasukan dari TWI ( Taman Wisata Iman) dengan pasar.

Drs Bonar Butar-butar Kepala Dinas Kebudayaan Parawisata Pemuda dan Olah Raga menjelaskan, retribusi dari TWI diprediksi over target. Hingga akhir juli kemarin, realisasi sudah mencapai Rp 400 juta dari ancar-ancar Rp 470 juta. Membaca jangka akhir tahun relatif panjang, besaran dimaksud bisa di atas 600 juta. Ini tercapai seiring pembenahan internal berupa pelayanan didukung penataan lapangan. Ditambahkan, tahun ini flying fox dan kereta api mainan disediakan demi melengkapi sarana bermain anak-anak. Sekretaris Daerah, Arsenius Marbun membenarkan adanya laporan pemotongan jasa guru. Untuk itu, Dinas Pendidikan segera memberi klarifikasi. Terkait lemanhnya realisasi PAD dari PD Pasar, diutarakan, lembaga tersebut masih dalam pembenahan. (ssr)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *