MUSIM KEMARAU DIKATEGORIKAN NORMAL

MALANG, KOMPAS.com — Stasiun Klimatologi Kelas II Karangploso, Kabupaten Malang, Jawa Timur, saat ini sudah memulai analisa paramater cuaca dan iklim untuk memprakirakan awal musim hujan tahun ini. Sejauh ini prakiraan sifat iklim musim kemarau tahun ini yang sedang berlangsung sama dengan dugaan musim hujan yang akan datang, yakni normal, atau sama dengan kebiasaannya.

“Ini untuk membedakan sifat iklim kemarau tahun 2010 lalu, yang sampai puncak musim kemarau seperti Juli-Agustus-September 2010 masih basah, atau hujan. Tahun 2010 diketahui sebagai tahun yang basah sepanjang tahun, atau tidak normal. Tahun ini diketahui normal,” jelas Rahmatul Aji, petugas Stasiun Klimatologi Karangploso.

Informasi pada situs Stasiun tersebut menyatakan, untuk prakiraan sepekan sampai 3 Agustus 2011, cuaca umumnya disebutkan berawan hujan, meski tidak hujan. Suhu udara cukup dingin, paling tinggi sampai 28 derajat Celcius, yang memungkinkan petani menanam tanaman musim kemarau, seperti tembakau, kedelai, dan jagung menggantikan tanaman musim penghujan, yakni padi.

Menurut Rahmatul, kemarau tahun ini meski harus menunggu prakiraan obyektifnya sebelum kesimpulan ilmiah bisa diambil , secara umum dapat dikatakan akan cukup kering, atau disebut dalam bahasa agroklimatologi normal. Itu juga berlaku untuk seluruh wilayah Jawa Timur dan secara umum kemarau di Indonesia yang menurut kebiasaan akan berlangsung pada periode Oktober 2011 hingga April 2012.

Meksi demikian, informasi pada situs web menyebutkan kondisi cuaca berawan, yang antara lain membentuk cuaca yang bersahabat dan sejuk saat ini.

Pengamatan Kompas di sejumlah wilayah pekan lalu menunjukkan para petani tembakau di Kabupaten Blitar, Jawa Timur, juga sudah memutuskan untuk menamam tanaman komersial kemarau mereka, yakni tembakau.

Pemandangan itu tampak di Kecamatan Kesamben, Wlingi, dan Binangun. Keputusan petani tembakau untuk mulai menanam tembakau pada awal musim kemarau bulan April 2011, menunjukkan petani memahami kemarau saat ini cukup kering untuk menanam tembakau yang memerlukan periode kering untuk mencapai fase pengembangan luas daun yang paling lebar.

Sebelumnya, Direktur Perum Jasa Tirta Tjuk W Soebijanto menjelaskan, pola operasi waduk-waduk pada Daerah Pengaliran Sungai Brantas masih dalam pola operasi normal, yakni pada saat ini pola operasi musim kemarau. Elevasi muka waduk Sutami di Kabupaten Malang saat ini (Agustus 2011) setinggi 273 meter dpl (dari permukaan laut). Ini jauh lebih tinggi dibanding pola operasi atau skenario nornal setinggi 160 mdpl.
sumber: http://nasional.kompas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *