MALEM UKUR GINTING, RAIH PENGHARGAAN DARI WAKIL PRESIDEN

Medan, (Analisa). Setelah komponis terkenal almarhum Djaga Depari merupakan orang Karo pertama memperoleh anugerah dan penghargaan dari Pemerintah Indonesia, khususnya di bidang seni, Malem Ukur Ginting juga merupakan orang Karo pertama memperoleh anugerah dari Wakil Presiden RI Boediono serta piagam penghargaan dari Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik sebagai Pelestari dan Penyuluh Budaya Karo.
Penyerahan anugerah serta penghargaan oleh Wapres Boediono dan Menbudpar Jero Wacik tersebut diterima mantan guru SMA ini, awal bulan Juli 2011.

“Awalnya saya tak terpikir mendapat anugerah, penghargaan dari wapres maupun menteri. Bagi saya, melestarikan budaya, khususnya budaya Karo merupakan bentuk kecintaan,” ujar Malem Ukur Ginting, kemarin, membuka pembicaraan dengan Analisa, mengenai anugerah yang diperolehnya dari pemerintah.

Kenapa? Melestarikan budaya Karo sudah merupakan bagian dari dalam diri Malem Ukur serta sudah mendarah daging. Selain karena ia merupakan salah seorang putra karo, sejak 1979 Malem Ukur sudah aktif menjadi pelatih tari karo di Universitas Sumatera Utara (USU) maupun di kawasan Padang Bulan.

Tidak hanya melatih tari, pada tahun 2000, Malem mulai mendalami serta melakukan penelitian adat dan budaya karo. Dari hasil penelitiannya tersebut, Malem mulai menulis, di antaranya tentang adat perkawinan, kematian dan lainnya terkait adat budaya karo.

“Dari pendalaman dan penelitian yang saya lakukan, saya sudah menghasilkan beberapa buku tentang adat dan budaya perkawinan yang ada di Karo,” katanya.

Itu semua saya lakukan, lanjut Malem, agar para generasi muda selaku penerus bangsa tidak kehilangan budaya, khususnya karo. Dengan memahami budaya, generasi muda akan bisa menepis pengaruh budaya asing.

Dengan kegigihan Malem bergelut di dunia budaya, Malem akhirnya diminta oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Karo serta diperbantukan sebagai penyuluh budaya dan tari tradisi karo. Dan hingga kini, Malem tetap setia menggali dan akan terus melestarikan kebudayaan karo.

“Satu hal, budayawan merupakan orang yang kaya akan kawan, namun kita miskin uang. Pun demikian saya tetap melestarikan adat dan budaya karo,” tegasnya.

JK Kaban, Kasi Promosi Disbudpar Sumut yang mendampingi Malem Ukur mengungkapkan, pengakuan negara terhadap kepedulian Malem Ukur Ginting sekalu Pelestari dan Penyuluh Budaya Karo diakui sejak tahun 2001.

“Namun, penghargaan dan anugerah yang diterima dari wapres maupun menbudpar itu baru didapat tahun 2011 ini. Di seluruh Indonesia hanya enam orang yang menerima, salah satunya Malem Ukur Ginting ini,” pungkasnya. (mc)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Cerita (Turi - Turin), Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to MALEM UKUR GINTING, RAIH PENGHARGAAN DARI WAKIL PRESIDEN

  1. Franta Ginting Munthe says:

    Selamat man bandu sembuyak, maju terus dingen lestarikan Budaya Karo.
    Salam & mejuah-juah.

Leave a Reply to Franta Ginting Munthe Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *