SULTAN DELI XIV LINDUNGI TANAH ADAT

MEDAN (Waspada): Sultan Deli XIV Tengku Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam mengeluarkan mandat untuk melindungi tanah adat Datuk Urung Sukapiring dari  penyerobotan pihak lain. Pemprov Sumut dan Pemko Medan diharapkan mampu memberikan kontribusi agar situs sejarah Kesultanan Deli terus terjaga.

Ketua Lembaga Persekutuan Masyarakat Adat Datuk Urung Sukapiring Datuk Kesawan (LPMADUSDK) Datuk Abdul Yusuf mengaku telah mendapat mandat  langsung dari Sultan Deli XIV Tengku Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam yang kini berdomisili di Makassar, Sulawesi Selatan. Pemberian mandat disaksikan ibunda  Sultan Deli XIV Ir Hj Siska Marabintang, Msi. “Saya bertanggung jawab penuh atas keberadaan tanah sultan. Itu tugas berat, tapi saya harus menjalankannya,” kata  Yusuf kepada wartawan, Minggu (24/7).

Ditegaskannya, Sultan Deli XIV tidak pernah memberikan mandat atau kuasa serupa kepada pihak manapun, sehingga bila ada pihak mengaku sebagai pewaris tanah  Datuk Urung Sukapiring merupakan penipu.

Karena, saat ini banyak pihak tidak bertanggung jawab mengaku sebagai ahli waris tanah kesultanan, sehingga merugikan pihak investor. Dia menyontohkan tanah eks  lapangan golf seluas 30 hektare di Medan Polonia, merupakan transaksi gelap yang dilakukan pihak tidak bertanggung jawab yang mengaku sebagai keturunan  langsung Datuk Urung Sukapiring. Akhirnya proyek pengerjaan di atas lahan itu terhenti karena dianggap ilegal. “Selain menyelamatkan aset kesultanan, keberadaan  kami juga untuk menghindari investor dari penipuan,” sebut Yusuf.

Dia mengaku tidak bisa berbuat banyak mengantisipasi penipuan itu jika Pemprovsu maupun Pemko Medan tidak menaruh perhatian dengan masalah ini. Saat ini,  katanya, sudah sangat banyak tanah Datuk Urung Sukapiring beralih ke pihak lain. Hal itu jelas didasari izin pengelolaan dikeluarkan pemerintah daerah.

Padahal, seandainya dinas terkait jeli, maka izin pengerjaan itu tak bisa diterbitkan. “Kami cuma bisa memohon pemerintah memerhatikan tanah adat, karena yang  dirugikan tidak hanya kami, tapi juga investor yang terlanjur menanamkan modalnya,” kata Yusuf. (m27)
sumber: http://waspadamedan.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

2 Responses to SULTAN DELI XIV LINDUNGI TANAH ADAT

  1. ibnu says:

    Hallo para datuk yg mengambil atau menjual harta warisan, ingatlah Allaah maha melihat, jgn di makan senndiri. Bagi juga kepada yg berhak dan jgn lupa di situ juga ada HAK ANAK. YATIM, hidup di dunia paling lama 60, 70, 80 tahun. Siapkanlah diri anda. Saya ibnu Cucu WANYOHANIT, sallam

  2. ibnu says:

    Terkadang jika saya teringat akan kehidupan nenek saya di akhir2 hidupnnya. Saya merasa sedih, dan disaat saya menulis inipun saya menangis, saya teringat akan cerita nya di waktu beliau masih kecil. Beliau berkata kepada saya dan kepada cucu semua cucu nya. Hang tau nenek waktu kecil kalo mau makan sendok nya terbuat dari EMAS, tp apa yg terjadi di akhir2 Umur nya. Mau makan saja dia susah. Tp saya bersyukur beliau selamat atas pertanggung jawaban KELAK, saya mohon sadarlah para datuk. Anda sudah bergelimang harta. Dan saya teringat waktu saya kecil anda sering datang ke nenek saya(WANYOHANIT) utk mminta tanda tangan, tp ingatkah anda berapa yg anda beri kepada beliau, apa pantas. Tolonglah anda ingat jika anda. Sudah LUPA.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *