PENGUNGKAPAN DUGAAN PENYALAHGUNAAN FASUM-FASOS LAMBAT

TANGERANG – Lembaga Independen Pemantau Korupsi (Lippkor) menilai Kejaksaan Negeri (Kejari) Tangerang lamban dalam mengungkap kasus dugaan penyalagunaan fasos (fasilitas sosial)-fasum (fasilitas umum) Perumahaan Villa Melati Mas, di Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), seluas 3.257 meter persegi.

“Kasus ini sudah ditangani Seksi Pidana Khusus Kejari Tangerang dengan memeriksa sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Tangerang, BPN, hingga pemilik hotel. Tapi, belum menemukan titik terang dari kasus tersebut. Ini lamban sekali. Kalau kasus ini ditangani intelijen, mungkin masih bisa ditoleransi,” ujar Direktur Eksekutif Lippkor Heriyanto, Minggu (24/7).

Terkait kondisi itu, Heriyanto menegaskan, jika Kejari Tangerang tidak mampu membongkar kasus penjualan fasos-fasum Villa Melati Mas ini, pihaknya meminta Kejari Tigaraksa atau Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten untuk mengambil alih kasus tersebut.

Ia menambahkan, saat ini berkas dan data fasos-fasum Villa Melati Mas ini sudah dimilikinya. Dalam berita acara penyerahan fasos-fasum yang ditandatangani mantan Bupati Tajus Sobhirin dan PT Internusa sebagai pengembang Villa Melati Mas pada 1996, sudah dijelaskan secara gamblang bahwa lahan yang ditempati Hotel Fiducia itu termasuk fasos-fasum yang diserahkan Villa Melati Mas kepada Pemkab Tangerang.

Kemudian itu dikuatkan dengan dikeluarkannya SK Bupati Tangerang No 593/Kep.24-Huk/2006 tentang Persetujuan Penggunaan Tanah Fasos/Fasum milik Pemkab Tangerang oleh Wihara Siripada seluas 3.257 meter persegi. Namun, pada 2010, muncul SK Bupati Tangerang No 593/Kep.265-Huk/2010 sebagai perubahan luasan fasos-fasum untuk Wihara Siripada seluas 1.964 meter persegi. “Ini sudah menjadi bukti kuat adanya penyalagunaan fasos-fasum,” ujarnya.

Sementara itu, terkait kasus tersebut, Kejari Tangerang telah memeriksa sejumlah pejabat di lingkup Pemkab Tangerang, BPN Kabupaten Tangerang, dan pemilik Hotel Fiducia. Sementara pihak pengembang PT Internusa dan PT Cowell belum diperiksa pihak kejaksaan.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tangerang Chaerul Amir mengatakan, saat ini pihaknya terus mempelajari kasus tersebut dengan meminta keterangan dari beberapa orang yang dianggap perlu, termasuk pemilik hotel, pengembang, hingga pejabat Pemkab Tangerang dan BPN. “Mudah-mudahan dalam waktu dekat ada titik terang,” katanya.
sumber: http://www.sinarharapan.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to PENGUNGKAPAN DUGAAN PENYALAHGUNAAN FASUM-FASOS LAMBAT

  1. I want to voice my appreciation for your generosity for men and women that really need help with the subject. Your personal dedication to passing the solution up and down ended up being remarkably significant and has continually allowed associates much like me to achieve their goals. Your personal useful publication denotes so much to me and a whole lot more to my office colleagues. Many thanks; from each one of us.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *