CALO TIKET BISA DIKURUNG ENAM BULAN

TRIBUN-MEDAN.com, JAKARTA – Polda Metro Jaya dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) sudah berkoordinasi untuk razia gabungan memberantas calo tiket di stasiun-satsiun kereta api. Bahkan, razia sudah dilakukan dari Minggu (24/7/2011) kemarin.

“Kemarin orang sudah ramai ribut soal tiket. Kepolsian sudah ada korodinasi khusus dengan KAI, terutama di stasiun induknya di Gambir. KAI kemarin menggelar razia dan polisi mendukung. Sudah disepakati tidak ada calo yang menjual tiket di sana,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Baharudin Djafar, Senin (25/7/2011) siang.

Menurut Baharudin, jika ada calo berkeliaran dan menjual tiket ke calon pengguna jasa kereta api, pasti ditindak polisi atau polisi khusus kereta api (polsuska). Para calo tiket itu akan dijerat dengan Undang-undang Konsumen atau UU Nomor 23 Tahun 2001 tenang Perkeretaapian.

“Sanksi calo menjual tiket yang melanggar Undang-Undang Perkerataapian itu adalah hukuman kurungan enam bulan penjara. Calo tiket itu juga dapat dijerat pasal pemalsuan sebagaimana diatur dalam KUHP, karena yang bersangkutan memalsukan nama orang lain pada tiket yang diperjualbelikannya itu,” ungkap Baharudin.

Dia memastikan, laporan warga tentang adanya calo tiket pasti akan ditindaklanjuti polisi. Termasuk, laporan kalau ada calo yang menawarkan tiket melalui fasilitas SMS telepon seluler.

“Pokoknya, laporkan saja, biar polisi telusuri dan tangkap calo yang menyusahkan masyarakat itu,” katanya.

Menurut Baharudin, Minggu kemarin polisi sudah menangkap 30 orang yang diduga calo tiket. Para calo tersebut sudah didata dan dibuat fotonya, serta diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan menjual tiket lagi. Hasil pemeriksaan pada mereka, calo tiket itu mengaku melakukan kegiatannya sendiri tidak kerja sama atau dikoordinasi oleh oknum karyawan PT KAI.

“Modusnya, calo tiket itu membeli tiket tiap hari lalu dijual ke orang lain. Berapa harganya, saya tidak tahu. Yang jelas, seharusnya kalau membeli tiket, berdasarkan prosedurnya, tiket yang dibeli harus diberi nama sesuai dengan nama pada KTP yang membeli tiket tersebut,” katanya.
sumber : http://medan.tribunnews.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *