SERAPAN ANGGARAN BPBD RENDAH

MEDAN (Berita):  Balai Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut hingga Juni 2011 serapan anggaran hanya 24 persen. Penyebab lambatnya serapan anggaran dikarenakan banyaknya program kegiatan Balai Nasional Penanggulangan Bencana/ Kemendagri yang dilaksanakan di Pusat maupun di daerah yang melibatkan BPBD provinisi Sumut.

Besar alokasi dana dari APBD 2011 Sumut untuk BPBD Rp 16.819.717.250 untuk belanja tidak langsung Rp 1.989.963.000 sedangkan realisasi Rp 1.205.655.994 (50,92 persen) dan belanja langsung Rp 14.829.717.250 telah direalisasikan Rp 2.910.269.818 (20 persen).

Rendahnya realisasi ini menuai pertanyaan dari sekretaris Komsi E DPRD Sumut, Taufan Agung Ginting. “Kapan lagi yang 80 persen dari belanja langsung itu direalisasikan,” katanya dalam rapat dengar pendapat yang dipimpin wakil ketua komisi E , Rahmiana Pulungan, Kamis (21/07) di Kantor DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan.

Rendahnya realisasi serapan anggaran ini disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumut, Salamuddin Daulay yang juga disampingi oleh Sekretarisnya, Hotman Rajagukguk dan jajarannya. Dalam rapat tersebut juga hadir anggota Komisi E Erlen Manurung, Enda Mora, dan Zulkifli Husein.

Salamuddin mengatakan, bahwa target bisa dilakasanakan sesuai target. Namun itu semua bisa dilakanakan jika ada kommit bersama pemerintah daerah. Sedangkan untuk belanja langsung, yang hanya 20 persen disebabkan rendahnya kegiatan. Program kegiatan yang rendah untuk tahun 2011, terkait bencana alam.

Meski demikian rendahnya realisasi anggaran yang terserap, melalui surat Gubernur Sumut Nomor 903/5571 perihal penyampaian Usulan P.APBD 2011. Penambahan alokasi dana dibutuhkan Rp 1.487.510.069 yag ditujukan untuk belanja tidak langsung.
Hal lain yang menjadi pertanyaan bagi DPRD adalah, seperti disampaikan oleh Zulkifli Husein. Ia mengatakan bahwa dalam hal penanggulangan bencana sepert bencana gempa tektonik di Tapanuli Utara bulan Mei yang lalu tidak tepat sasaran penanggulangannya. Sebab ia mengatakan, bahwa saat pihaknya meninjau lokasi keterhubungan penanggulangan bencana sangat tidak tepat.

“Walaupun pejabat meninjau langsung, itu hanya sekedar seremonial,” katanya. Zulkifli mengatakan, bahwa saat itu korban jiwa tidak ditimbulkan. Lebih mengarah kepada infrastruktur yang rusak parah. Banyak infrastruktur yang tidak layak digunakan lagi, seperti sekolah dan rumah ibadah.

Zulkifli juga mempertanyakan bagaimana pengklasifikasian jenis bencana. Menanggapi hal tersebut di tanggapi oleh Salamuddin bahwa penentuan klasifikasi adalah gawean pemerintah pusat. “Namun untuk gempa tektonik Taput, hingga kini Kepresnya belum keluar. Jadi saya belum bisa menjawab mengenai klasifikasi bencana tersebut,” kata Salamuddin.(irm)
sumber: http://beritasore.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

2 Responses to SERAPAN ANGGARAN BPBD RENDAH

  1. Pingback: 南越谷 クライミング

  2. Pingback: buy dmt bottled ayahuasca tea plants for sale overnight delivery in usa canada uk australia cheap

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *