SARILALA, RITUAL TOLAK BALA WARGA SINABUNG

Sebagian masyarakat Indo­nesia masih dekat dengan ritual tolak bala sebagai kede­katan hubungan mereka dengan alam. Warga di kaki Gunung Sinabung  pun punya ritual Sarilala sebagai harapan menghindari bencana.

Ratusan warga yang bermukim di Desa Gurukinayan, Kabupaten Karo di kaki Gunung Sinabung menggelar ritual Sarilala, Jumat (22/7).

Ritual ini diharapkan dapat menghindarkan desa dari segala bencana termasuk dari letusan Gunung Sinabung.
Ritual tersebut dilaksa­na-kan sejak pukul 09.00 WIB dan masih berlangsung hingga pukul 13.00 WIB. Upacara itu ditandai dengan bersama-sa­ma mendatangi sumber mata air Tapin Lau Pirik yang ada di pinggir desa.

Di situ, warga membuat per­sembahan kepada leluhur dengan perantaraan seorang du­kun perempuan. Persem-bahan itu antara lain rokok yang dinyalakan, air jeruk purut dan pemasangan kain pu­tih seumpama bendera yang melambangkan kesucian.

Seterusnya warga melakukan kunjungan ke makam Nini Lau Penawar, Nini Galuh, dan Nini Reba Mblang. Ketiga-nya merupakan pendiri desa dan diyakini terus memberi-kan perlindungan terhadap desa. Di ketiga tempat ini, kegiatan sejenis juga dilakukan.

“Upacara ini merupakan upaya untuk menghindarkan desa dari bencana. Ini tradisi masyarakat sejak lama,” kata Merdeka Depari, salah seorang tetua adat di desa tersebut.

Menurut Merdeka, upacara Sarilala dilakukan jika masya-rakat menyaksikan meteor jatuh mendekati desa atau diistilahkan bintang jatuh atau dalam bahasa setempat dinamakan Sarilala.

Jika Sarilala terlihat melintas sangat dekat dengan desa, maka bisa jadi desa akan di­timpa bencana. Tiga pekan la-lu, Sarilala terlihat dekat desa, itu makanya perlu dilakukan upacara Sarilala. Selain itu, Sa­ri­lala juga dimaksudkan sebagai permohonan agar hujan se-gera turun.

Upacara tolak bala terbilang tidak begitu rutin dilaksanakan warga desa Gurukinayan. Kali terakhir pelaksanaannya ketika Gunung Sinabung meletus pada Agustus 2010 lalu. Upacara tolak bala dengan harapan gunung segera berhenti meletus.

Desa Gurukinayan yang berada di Kecamatan Payung, Kabupaten Karo, berada cukup de­kat dengan Gunung Sinabung. Dari bibir kawah, desa ini berjarak sekitar empat kilometer, sedangkan dari Medan sekitar 85 kilometer.
Detik | Tanah Karo | Jurnal Medan
sumber: http://medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Cerita (Turi - Turin), Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *