BUDIDAYA OISCA, HASILKAN MELON UKURAN 5 KG

KRUENG GEUKEUH, Aceh Utara (Waspada) : Buah melon hasil budidaya OISCA JPRF milik pemerintahan Jepang di Gle Madat, Desa Palo Lada, Kec. Dewantara, Aceh Utara, menghasilkan buah di atas rata-rata tiga kilogram yaitu sebagian mencapai 5.4 kg. Meskipun demikian, kondisi pasar tidak menguntungkan pembudidaya, karena konsumen cendrung memilih ukuran standar.

Sarbini Abdullah pembudidaya sekaligus Pimpinan Pusat Pelatihan Agroindustri dan Bisnis Merah Delima Training Center menceritakan, budidaya tersebut tidaklah susah hanya saja membutuhkan keuletan dan ketelitian. Budidaya tersebut dimulainya dengan pada lahan biasa setelah diolah dengan hand traktor, kemudian pada lahan diberi pupuk bokasi, bibit yang digunakan mesti hasil persilangan pertama untuk menghindari keunggulannya.

pH tanah dikontrol mulai pH 6.5-6.8, untuk menghindari kontaminasi penyakit bibit direndam ke dalam bakterisida. Setelah penanaman tanaman dikontrol dengan pupuk kimia jenis NPK sebanyak 20 persen.

Pupuk tersebut tidak murni karena dicampurkan lagi dengan limbah rumah tangga, dengan cara mengaduk serta dipermentasikan, pemberiannya sekitar 300 ml secara berkala tiap minggu atau disesuaikan. Meskipun diuatamakan sistem pertanian organik, apabila lahan baru tidak optimal.

Pengairan dilakukan Sarbini dengan mengairi air ke dalam parit antara bedengan, tanaman lebih mudah menyerap air ketimbang disemprot ketanaman langsung. 10 Hari setelah keluar pentil (bakal buah), perbatang dua buah yang pelihara dan tiga cabang utama. Buah tersebut dibalut dengan kertas agar tidak diserang lalat buah mengakibatkan buah berlobang dan busuk dan juga terserang penyakit layu phusarium.

Sementara itu sesuai dengan tujuan program yaitu meningkatkan ekonomi masyarakat tani pedesaan, pihaknnya mengharapkan kerja sama dengan intansi pemerintah dan perusahaan sekitar seperti PT PIM dan lainnya. (b03)
sumber: http://waspadamedan.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *