BARU 3 TAHUN, PEMBANGUNAN DI LABURA SUDAH DIRASAKAN

Labuhanbatu Utara (Labura) telah mengalami berbagai kemajuan yang mulai dirasakan dalam usianya yang baru tiga tahun. Namun, masih banyak hal yang harus menjadi perhatian dan perjuangan keras untuk mewujudkan kehidupan lebih baik.

“Dalam rentang usia kabupaten yang baru mencapai tiga tahun, berbagai kemajuan yang membesarkan hati mulai kita rasakan bersama. Namun tidak bisa dipungkiri, masih banyak hal yang harus menjadi perhatian dan perjuangan keras dari kita semua guna mewujudkan kehidupan yang lebih baik,” kata Bupati Labura H Kharuddin Syah Sitorus SE dalam sambutannya pada resepsi Hari Jadi ke-3 Pemkab Labura, Kamis (21/7).

Namun suasana resepsi sempat terganggu dengan munculnya mahasiswa yang akan melakukan demo. Sebagian undangan terlihat berdiri dan berjalan ke arah jalan raya untuk melihat demonstran yang dikabarkankan akan datang. Namun, mahasiswa tersebut telah diamankan oleh petugas kepolisian sehingga tidak sampai mengganggu acara.

Meriah

Walau berlangsung meriah, namun resepsi tersebut tidak terlihat dihadiri seorangpun pejabat dari Pemprovsu. Kepala daerah yang datang hanya Walikota Tanjungbalai Drs H Tamrin Munthe dan Wakil Bupati Asahan H Surya. Sedangkan dari Labuhanbatu diwakili Sekdakab Ali Usman Harahap SH.

Pada acara yang dihadiri Kapolres AKBP Hirbak Wahyu S, Dandim 0209/LB Letkol Inf Abdi Zebua, Kajari dan para tokoh masyarakat itu, juga diberikan penghargaan antara lain kepada camat terbaik, desa terbaik, pensiunan dan santunan terhadap ratusan anak yatim.

Kemeriahan bertambah setelah resepsi selesai. Terlihat Bupati didampingi istrinya Hj Elizarwati, Wabup H Minan Pasaribu SH MM, Sekdakab H Amran SH MHum, Ketua Panitia yang juga Asisten I Drs HM Amin Daulay MSi, para asisten, kepala badan, dinas dan kantor berjoget bersama diiringi musik organ tunggal dengan penyanyi yang diundang dari Tanjungbalai.

Tidak Dihadiri Pimpinan DPRD

Resepsi Hari Jadi Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura) ke-3 yang dilaksanakan di halaman kantor bupati setempat tidak dihadiri satupun dari tiga pimpinan DPRD daerah itu. Pada acara itu, anggota legislatif yang datang hanya dua orang. Yakni Drs Abd Syahnan Nasution mewakili Ketua DPRD dan H Mawardi Nur Situmorang yang juga Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP Labura).

Ketidakhadiran para pimpinan lembaga legislatif itu mendapat perhatian dan kritikan dari sejumlah tokoh pemekaran yang menghadiri kegiatan itu. Diantaranya adalah H Redho Yaman Harahap dan M Yusuf Aruan.

“Apakah mereka tidak mengetahui bahwa hari ini merupakan HUT Labura? Masakan dari tiga pimpinan dewan, tidak seorangpun yang hadir?” kata mantan anggota DPRD Labuhanbatu itu.

Hal senada juga diutarakan Yusuf Aruan. Bahkan dengan nada lebih keras, salah seorang fungsionaris DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sumut ini menilai, ketidakhadiran para wakil rakyat itu menunjukkan bahwa mereka memang tidak mendukung terjadinya pemekaran Labuhanbatu.

“Ini bisa diartikan merekalah orang yang tidak mendukung pemekaran, walau sekarang mereka yang menikmati hasil pemekaran itu,” kata Sekretaris Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) versi Oesman Sapta itu dengan nada prihatin.

Pada saat memberikan sambutan mewakili Ketua DPRD Labura, Abd Syahnan menyebutkan, sejumlah wakil rakyat tidak dapat hadir karena sedang melakukan kunjungan kerja ke lapangan. Sementara Ketua DPRD Labura pada hari itu sedang berada di Jakarta karena ada tugas.
Sukardi | Aekkanopan | Jurnal Medan
sumber: http://medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *