BABAK BARU KORUPSI BINA MARGA MEDAN – 3 GOL, 2 LAGI BURON

Polisi resmi menahan tiga tersangka du­gaan korupsi pengadaan alat berat di Dinas Bina Marga Me­dan, Jumat (22/7). Ke­putusan ini diambil se­telah penyidik Direk­torat Reskrimsus Polda Sumut melakukan pemeriksaan secara maraton sejak Kamis (21/7).

Ketiganya berinisial EZS selaku Kepala Bidang Jalan dan Jembatan Dinas Bina Marga Medan, Ir S mantan Kabid Pengadaan Alat Berat (saat ini pe­jabat eselon III di Dinas Perkim Medan) dan SS. Se­mentara dua ter­sangka lagi, se­dang dalam pencarian (di­bu­ron) penyidik karena tidak menghadiri pang­gilan un­tuk dipe­riksa.

“Setelah di­lakukan pe­me­riksaan secara mara­ton sejak kema­rin (Kamis 21/7), hari ini kita me­nahan tiga tersangka dugaan korupsi pengadaan alat berat di Dinas Bina Marga Medan, sedangkan dua tersangka lagi masih kita selidiki keberada­annya,” ujar Direktur Reskrim­sus Polda Sumut Kombes Sa­dono Budi Nugroho, kemarin.

Kata Sadono, pihaknya te­rus mengembangkan penyidi­kan kasus dugaan korupsi tersebut sehingga tidak tertutup kemungkinan tersangkanya bisa bertambah. Selain pengadaan alat berat, Polda Sumut juga tengah menangani kasus dugaan korupsi lainnya di Dinas Bina Marga Medan, yakni proyek drainase dan pengaspalan.

Dijelaskan Sadono penetapkan status tersangka seka­ligus penahanan itu merupa­kan rangkaian hasil penyelidikan dan penyidikan dari 17 kasus dugaan korupsi yang ditangani Poldasu saat ini. “Dari 17 kasus dugaan korupsi yang kita tangani, empat di­ antara berita acara pemeriksa­an (BAP)-nya sudah dinyatakan lengkap (P-21),” ungkap Sa­dono.

Sebelumnya, Kasubdit III Korupsi Direktorat Reskrimsus Polda Sumut AKBP Verdy Ka­lele menjelaskan, EZS, Ir S dan SS, disangka korupsi dalam pe­ngadaan tiga unit backhoe loader, satu unit motor grader dan satu unit asphalt mixing plat yang bersumber dari APBD-PAPBD Pemko Medan TA 2009, dengan kerugian negara sebesar Rp2 miliar.

“Kita lihat hasil pemeriksa­an, dan kemungkinan itu bisa-bisa saja ada tersangka lagi,” kata Kalele. Tujuh subjek yang telah diwawancarai secara tertulis oleh penyidik adalah Dr Ir Gindo Maraganti Hasibuan MM (saat itu) selaku Kadis Bina Marga, Ahmad Buhari Siregar ST selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Ir Utuh Januar Sitompul, Mardian Habibi Gul­tom ST, Suwito, Gindo Purba, ke­tiganya selaku Pejabat Tek­nis Kegiatan (PPTK), dan Eddy Zalman Syaputra ST MT selaku Ketua Panitia Pemilihan Lang­sung.
Bambang | Medan| Jurnal Medan
sumber: http://medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *