WARGA RESAH, JEMBATAN KUTAMBELIN MIRING

MedanBisnis – Medan. Jembatan di Jalan Kutambelin Desa Kutambelin, Lau Tuntungan, Kecamatan Pancur Batu, Deliserdang miring dan mengakibatkan badan jembatan tidak bebas dilalui kendaraan.
Kondisi ini terjadi karena pondasi tiang beton penyangga di bagian tengah tergeser oleh aliran air. Kondisi yang lebih mengkhawatirkan lagi, yakni pondasi tiang beton utama penyangga jembatan, mulai rusak karena terkikis air. Demikian juga tanah sebagai perekat atau pelindung pondasi jembatan, kondisinya terancam amblas menyusul tidak adanya terpasang bangunan penahan tanah.

Pantauan MedanBisnis di lokasi, Kamis (21/7), kendaraan bermuatan berat, terpaksa melintas dari jembatan lain. Kendaraan ringan seperti angkutan umum, mobil pribadi dan motor masih dapat melintas, sekalipun berisiko.

Namun sayang, tidak ada tanda pengaman lalu lintas atau panduan dari instansi pemerintah terkait untuk keselamatan pengendara di jembatan itu. Pada permukaan jembatan, hanya terdapat tumpukan pasir yang tujuannya menghalangi mobil bermuatan berat melintas.

Kondisi jembatan miring yang sudah mencapai satu bulan itu, dikeluhkan warga setempat. Menurut seorang warga bermarga Surbakti, banyak warga yang melintas dari jembatan yang dibangun empat tahun lalu itu. “Walau masih bisa dilewati, tetapi kami tetap khawatir terjadi yang tidak-tidak,” kata Surbakti menjawab MedanBisnis.

Seorang warga lainnya bermarga Tarigan juga mengatakan hal yang sama. Tarigan mengharapkan perhatian yang lebih serius dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Deliserdang. “Jembatan ini tergolong padat karena ramai yang melintas. Kami berharap agar pemerintah tidak main-main memperbaikinya,” sebutnya.

Bahkan mengingat fungsi jembatan yang menghubungkan beberapa desa atau untuk memperlancar pergerakan masyarakat, menurutnya tidak berlebihan jika warga mendesak pemerintah membangun jembatan permanen. “Ya, jembatan permanenlah seperti yang jembatan di Tanjung Selamat itu,” tambahnya.

Sementara itu, para pekerja sejak tiga hari lalu sudah memulai tahapan perbaikan jembatan itu. Menurut seorang pekerja bermarga Tamba, perbaikan dilakukan secara swakelola atau tanpa mekanisme tender. “Kami disuruh kantor untuk memperbaiki jembatan. Tidak tahu berapa nilai anggaran perbaikan, tetapi yang pasti dilakukan secara swakelola,” terang Tamba.

Tahap pertama dengan memperbaiki pondasi tiang beton utama jembatan, pondasi tiang beton tengah jembatan dan menambah tiang besi penyangga. Pada masing-masing sisi jembatan secara melintang, akan dipasang penyangga besi. Tahap selanjutnya dengan memperbaiki badan jalan jembatan yang miring. “Gambarannya seperti itu pak” terang Tamba.

Walau demikian, perbaikan dengan cara demikian masih belum sesuai dengan keinginan warga. Tarigan mengharapkan perbaikan yang lebih serius ke depan, sudah harus dipikirkan pemerintah. (benny pasaribu).
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *