LURAH TELADAN TAKUT TEBANG POHON

PEMATANGSIANTAR – Pohon tua di Jalan Gunung Simanuk-manuk, Kelurahan Teladan, Siantar Barat akhirnya ditebang, Kamis (21/7). Pohon yang diduga berjenis sena ini telah terbakar tanpa bisa  dipadamkan apinya secara menyeluruh selama beberapa hari belakangan. Kondisi pohon yang rawan roboh membuat khawatir warga yang bertempat tinggal di dekatnya karena sebelum terbakar pun pohon di DAS Bah Bolon tersebut terlihat rapuh dengan bolongan besar pada bagian tengahnya.

Lurah Teladan Sabam Simanjuntak mengatakan pihaknya hanya menebang satu dari dua pohon sena tua yang ada di situ. “Yang satu ini saja sudah banyak yang komentar. Sementara, ini dululah,” kata Sabam yang telah melayangkan surat permohonan kepada Dinas Tata Ruang dan Lingkungan.

Proses penebangan sempat menarik perhatian warga. Mereka menyaksikan detik terakhir berdirinya pohon dengan jari-jari sekitar setengah meter ini. Seorang petugas memulai potongan dengan gergaji mesin (chain saw) dari sisi kiri, sementara beberapa orang telah siap di seberang sungai dan menarik pohon dengan tambang untuk memastikan pohon tidak roboh ke arah pemukiman. Setelah dua puluh menit menerima robekan gergaji, pohon pun tidak sanggup lagi menahan dirinya. Ia roboh dalam hitungan detik dan jatuh dengan posisi melintang di atas Sungai Bah Bolon.

Sahala Simanungkalit yang rumahnya berada di depan pohon yang ditebang itu mengatakan setuju dengan penebangan. “Ini darurat. Kita tidak tahu kapan pohon akan roboh. Bisa saja ada angn kencang nanti,” katanya. Sebelum permohonan warga untuk penebangan dipenuhi pemerintah kota, Sahala telah berinisiatif memasang beberapa lampu di sekitar jalan depan pohon tersebut.
“Saya yang buat itu. Supaya terlihat siapa yang akan membakar pohon itu lagi,” ujarnya sambil menunjuk lampu di depan rumahnya. Sahala tidak tahu pasti apa motivasi pihak yang telah membuat pohon tua itu terbakar. “Ada yang bilang mau cari toke. Tapi, ada juga yang bilang itu orang-orang yang ‘mengilmu’,” tuturnya.

Lelaki paruh baya itu memperkirakan usia pohon lebih dari lima puluh tahun karena waktu ia masih kecil, pohon itu sudah besar. Ia juga rela daerah depan rumahnya menjadi terik setelah pohon itu tiada. “Lebih baik panas dari pada tertimpa robohan,” katanya.

Lurah Teladan mengatakan pihaknya akan segera merehab lahan yang rusak dan segera mengganti pohon yang ditumbang dengan pohon baru. (ton/tribun-medan.com)
sumber: http://medan.tribunnews.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *