KEJATISU DIDESAK USUT DUGAAN KORUPSI JEMBATAN TIMBANG

MEDAN (Waspada):  Puluhan massa tergabung  di Aliansi Masyarakat Peduli Pembaharuan (AMPP) menggelar unjukrasa di gedung Kejatisu, Rabu (20/7).  Mereka menuntut pengusutan dugaan korupsi  di jembatan timbang Dinas Perhubungan Sumut dan dana proyek di PT. Kereta Api.

Kehadiran massa AMPP di gedung Kejatisu ditandai teriakan yelyel dan pembentangan sejumlah poster bertuliskan desakan penuntasan kasus korupsi. Massa  AMPP disambut puluhan aparat kepolisian yang sudah berjagajaga di depan kantor lembaga penegak hukum itu.

Dalam orasinya,  massa mendesak Kejatisu mengusut tuntas kasus pungutan liar di Jembatan Timbang, Sibolangit. Mereka juga meminta Kejatisu mengusut   penggunaan dana peningkatan dan pembangunan lintasan kereta api Medan – Binjai dan BesitangLangkat senilai miliaran rupiah, yang diduga  diselewengkan.

Koordinator aksi Rahmat Hidayat mengatakan, Kejatisu dan BPK RI segera menindaklanjuti surat AMPP  ke pimpinan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) tentang  dugaan korupsi  pengadaan rel kereta api MedanBinjai dengan dana sebesar lebih kurang Rp2 miliar.

AMPP menduga  ada markup dalam proyek itu. Modusnya,  menggunakan rel bekas serta menyalahi aturan Keppres No 80 Tahun 2003. “Karena itu, kami meminta  BPK RI dan Kejatisu untuk melakukan audit dan pemeriksaan terhadap pihakpihak yang terlibat di dalamnya,” teriak  Hidayat.

Disamping itu, Hidayat juga mempersoalkan pembelian gerbong kereta api Lelawangsa senilai Rp10 miliar pada 2009. Mereka menduga ada unsur markup dengan  menggunakan barang bekas dari Surabaya.”Pembelian gerbong ini juga harus diaudit, “ tambah Hidayat.

Kehadiran massa diterima Staf Humas Yosarnold Tarigan. Dia mengatakan semua aspirasi, massa akan ditindaklanjuti. Prosesnya, laporan ini akan disampaikan ke  pimpinan untuk dipelajari dan selanjutnya diklarifikasi. Usai mendengar penjelasan, massa AMPP membubarkan diri dengan tertib. (m49)
sumber: http://waspadamedan.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *