KEBAKTIAN GEREJA MISSION BATAK RESORT NYARIS RICUH

TRIBUN-MEDAN.com, PEMATANGSIANTAR-Perayaan ulang tahun ke-84 dan dan kebaktian di Gereja Mission Batak Resort Pematangsiantar nyaris ricuh setelah unsur pimpinan pusat datang dan ingin mengambil alih kebaktian, Minggu (17/7/2011). Unsur pimpinan pusat yang antara lain terdiri dari Ephorus Gereja Mission Batak (GMP), Pendeta Piter Panjaitan dan Sekjen Ruston Nababan menyatakan pendeta Anita Silvia Sihombing yang menjadi pelayan di resort tersebut diberhentikan.

Menurut jemaat GMP Pematangsiantar yang hadir pada kebaktian itu, Radot Tua Simanjuntak, beberapa orang unsur pimpinan yang datang dari Medan ini maju ke depan mimbar dan menyatakan ingin memimpin ibadah. Jemaat yang berjumlah sekitar empat puluh orang dan pengurus gereja, secara spontan menolak ephorus dan sekjen. Mereka sudah mengetahui rencana kedatangan unsur pimpinan pusat dan telah mengantisipasi masalah keamanan dengan meminta perlindungan dari Polres Pematangsiantar.

“Turun kau Ruston! Kami tidak mengakui kau lagi,” kata Radot menirukan salah satu seruan yang dilaontarkan jemaat kepada pimpinan pusat yang ada di mimbar. Ephorus dan Sekjen sempat tak bergeming, namun akhirnya undur diri setelah jemaat mengacuhkan mereka dan terus menjalankan ibadah. Kebaktian pun berjalan sampai sekitar pukul 12. “Pendeta tadi berpidato, sudahlah kita ini kecil, ada masalah seperti ini semakin kecillah kita,” ujar Radot.

Unsur pimpinan pusat GMP akhirnya mengalah dan pergi setelah berdialog dengan Kasat Intel Polres Pematangsiantar AKP Karman Samosir. Kasat menyarankan agar Ephorus dan Sekjen menyampaikan gugutan ke pengadilan jika tidak sepakat dengan tindakan pendeta Anita Silvia Sihombing yang masih melayani di GMP.

Sebelumnya, pengurus pusat GMP pada tanggal 5 Juli telah mengeluarkan surat keputusan pemecatan terhadap pendeta Anita Silvia Sihombing yang akhirnya ditolak dalam rapat warga jemaat GMB Resort Pematangsiantar pada 7 Juli lalu. Pendeta Anita Silvia Sihombing dipecat antara lain karena dianggap tidak patuh kepada pucuk pimpinan dan melaporkan pimpinan kepada kepolisian dengan tuduhan memfitnah.

Selain itu, Pendeta Anita juga dinilai melakukan pembohongan, yaitu menikah dengan laki-laki yang masih terikat perkawinan. Tudahan yang terakhir dibantah pihak Pendeta Anita dengan menunjukkan surat cerai suaminya. (ton/tribun-medan.com)
sumber: http://medan.tribunnews.com

This entry was posted in Berita, Cerita (Turi - Turin). Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *