KAJATISU TANGANI KASUS BNI 46

MEDAN – Kasus korupsi mantan Sekda Tapanuli Selatan , Rahudman Harahap senilai Rp 13 Miliar sudah menjadi perhatian khusus bagi Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Namun tak hanya itu saja, ada 36 kasus lainnya dan satu diantaranya yang baru ditangani Kejati Sumut adalah kasus kredit di BNI 46 sebesar Rp 118 Miliar.

Kasus ini merupakan kasus baru dan merupakan kasus pertama yang ditangani dari awal oleh Kepala Kejati Sumut yang baru menjabat selama kurang lebih tiga bulan, AK Basuni Masyarif. Hal itu diungkapkannya, Kamis (21/7).

Menurutnya, setelah dilakukan proses pengumpulan data dan keterangan, Tim penyidik Intel Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara menaikan proses pemeriksaan perkara dugaan kasus korupsi pengucuran kredit oleh BNI 46 sebesar Rp 118 Milliar kepada BH selaku Direktur PT BDL pada akhir Desember 2010 lalu dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan Pidsus Kejati Sumatera Utara.

Namun ia tak menjelaskan secara detail permasalahan tersebut dan belum bisa memaparkan siapa tersangkanya. “Kasus kredit BNI, akan kami naikkan ke proses penyidikan. Karena kredit tersebut tidak memenuhi persyaratan kredit. Khususnya masalah penghitungan jaminan kredit,” ujarnya. (rif/tribun-medan.com)
sumber: http://medan.tribunnews.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *