JELANG RAMADHAN, PERMINTAAN BUAH ASAL BERASTAGI MENINGKAT

MedanBisnis – Medan. Menjelang bulan Ramadhan yang tinggal beberapa hari, kalangan petani dan pedagang buah di Berastagi, Kabupaten Karo mulai kewalahan melayani permintaan yang terus meningkat.
M Sitanggang, salah satu pedagang buah di Pasar Buah Berastagi mengatakan, dalam beberapa minggu terakhir permintaan buah yang datang dari dalam maupun luar Berastagi mulai meningkat.

“Mungkin karena menjelang Ramadhan, jadi permintaan buah terus meningkat,” kata Sitanggang kepada MedanBisnis, Rabu (20/7).

Menurutnya, kenaikan permintaan bisa mencapai 40% hingga 50% dari biasanya. Biasanya konsumen memesan kira-kira 200 kg jeruk dalam sehari, sekarang bisa mencapai 300 kg hingga 350 kg jeruk.

Dengan keadaan yang demikian, dia mengaku sangat kewalahan melayani pembeli karena stok yang ada padanya sangat sedikit. “Kami juga belum memasuki masa panen, jadi stok buah masih minim,” katanya sembari mengakui bahwa dia juga menanam jeruk di kebunnya.

Kebanyakan jeruk yang dijualnya adalah jeruk dari kebunnya. Jika memasuki masa panen, dia bisa memanen lebih dari 1 ton jeruk dari kebunnya yang hanya setengah hektare. Biasanya, kalau terjadi kelangkaan jeruk, dia memesan jeruk dari petani atau pedagang lain yang masih memiliki stok buah.

Saat ini, harga jeruk yang ditawarkannya berkisar antara Rp9.000 hingga Rp15.000 per kg, tergantung ukuran dan kualitas jeruk. Harga yang ditawarkannya itu sudah naik, sebelumnya jeruk dijual dengan harga paling mahal Rp10.000 per kg.

Kenaikan harga itu, katanya lagi, dipicu oleh permintaan yang semakin tinggi, sedangkan stok yang ada masih minim.

Pantauan MedanBisnis, selain jeruk, beberapa jenis buah yang dijual dipasar tersebut juga mengalami kenaikan. Seperti Sankis dijual dengan harga Rp8.000 per kg dari sebelumnya Rp6.000 per kg. Salak dijual dengan harga Rp15.000 per kg, naik dari harga sebelumnya Rp12.000 per kg.

Pepino dijual dengan harga Rp10.000 per kg, kesemek Rp8.000 per kg, dan strawberi dijual dengan harga Rp12.000 per kg. Masing-masing harga buah itu mengalami kenaikan antara Rp1.000 hingga Rp3.000 per kg.

Salah satu petani di sana, Simon Purba mengatakan, hingga saat ini hampir sebagian besar petani buah di Berastagi belum memasuki masa panen. Dengan adanya peningkatan permintaan seperti ini, mereka terpaksa menaikkan harga agar tidak terlalu kewalahan melayani konsumen.

“Sebenarnya sekarang saja kami sudah kewalahan memenuhi permintaan dari pedagang maupun pengumpul buah yang datang dari luar kota,” katanya. Untuk jeruk sendiri, katanya, panen besar-besaran akan terjadi setelah Lebaran mendatang.

Dia mengatakan, efek meletusnya Gunung Sinabung juga masih terasa sampai sekarang, khususnya terhadap harga buah. Sebelum gunung itu meletus, harga sebagian besar buah yang ada di sana masih tergolong murah. “Sekarang harga masih tinggi, karena sejak Sinabung meletus panen kami agak menurun,” pungkasnya. (cw – 01)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *