HAYAM WURUK BISA JADI CONTOH PARKIR “OFF STREET”

JAKARTA, KOMPAS.com — Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Royke Lumowa, mengatakan, sejak penerapan parkir off street di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Pusat, lalu lintas di wilayah itu menjadi lebih lancar. Kecepatan kendaraan pun meningkat. Dia berharap Hayam Wuruk bisa menjadi percontohan bagi wilayah lainnya.

“Saya penginnya Hayam Wuruk bagus kalau jadi percontohan. Kaki lima enggak ada, jalur pedestrian juga khusus untuk pejalan kaki, lalu lintas lancar,” ujar Royke, Jumat (22/7/2011), di Polda Metro Jaya.

Menurut Royke, penerapan parkir off street di Hayam Wuruk mampu memperlancar arus lalu lintas yang sebelumnya tersendat lantaran satu lajur dipakai untuk parkir kendaraan.

“Pasti akan lebih lancar karena enggak ada maju mundur kendaraan dan tidak menganggu lalu lintas juga,” ucapnya.

Beberapa indikator yang dicatat, yaitu terjadinya percepatan laju kendaraan di Jalan Hayam Wuruk dari yang sebelumnya hanya 20 kilometer per jam meningkat menjadi 40-50 km/jam. Indikator efektifnya parkir off street juga terlihat dengan semakin berkurangnya antrean kendaraan yang sebelumnya bisa mulai dari halte Harmoni.

Royke melihat dengan efektifnya penerapan parkir off street di Jalan Hayam Wuruk, maka penerapan serupa perlu juga diberlakukan di kawasan Jatinegara, Kampung Melayu, Ciputat, Tanah Abang, dan Pamulang.

“Bagusnya diterapkan juga karena di sana banyak kendaraan berhenti di jalan dan memakan badan jalan,” kata Royke.

Seperti diberitakan, mulai 20 Juni 2011, Pemprov DKI mulai menerapkan parkir off street di Jalan Hayam Wuruk. Kendaraan yang kerap parkir di bahu Jalan Hayam Wuruk dialihkan ke enam gedung di sekitar kawasan itu, yaitu Gajah Mada Plaza, Lindeteves Trade Center, Hayam Wuruk Plaza, Hotel Paragon, Gedung Pelni, dan Duta Merlin.
sumber: http://nasional.kompas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *