BUYER ALIHKAN ORDER KOPI KE KOLUMBIA

MedanBisnis – Medan. Tingginya harga kopi lokal di Sumatera Utara (Sumut) mencapai Rp 56.000 – RP 57.000/kg, mengakibatkan buyer dari mancanegara mengalihkan permintaannya ke negara Kolumbia.
“Meskipun selama seminggu terakhir ini harga kopi lokal sudah turun dari sebelumnya Rp 62.000/kg, tapi tetap saja kopi asal Sumut berkualitas ekspor kalah bersaing dengan kopi Kolumbia,” ujar Ketua Asosiasi Ekspor Kopi dan Kakao Indonesia (AEKI) Sumut, Andryanus Simamarta kepada wartawan, Kamis (21/7).

Menurutnya, saat ini harga kopi lokal di Sumut sebesar Rp56.000 hingga Rp57.000 per kg atau sudah turun dari sebelumnya Rp62.000 per kg. Begitu pula dengan harga ekspor mencapai Rp62.000 per kg, turun dari sebelumnya Rp68.000 per kg. “Harga kopi kita mengalami penurunan karena permintaan juga sedikit. Begitupun harga ini tetap kalah dengan harga kopi Kolumbia yang hanya berkisar Rp50.000 per kg,” ucapnya. Padahal, lanjutnya, jika dilihat dari segi kualitas kopi Sumut tidak jauh berbeda dengan kopi Kolumbia.

Dia mengatakan lebih rendahnya harga di Kolumbia karena produksi di sana lebih banyak dibandingkan Sumut. Saat ini, Sumut sedang memasuki masa trek dan diperkirakan pada Oktober-November baru akan panen. “Di Kolumbia, sistem panennya sama namun produktivitasnya tinggi, jadi bisa menjual lebih murah,” jelasnya. Akibat kondisi seperti itu, kata Andryanus, pihaknya tidak bisa berbuat banyak kecuali bersikap wait and see saja. “Eksportir memilih memenuhi kontrak sebelumnya,” katanya.

Adryanus memperkirakan keadaan itu akan terus terjadi hingga akhir tahun. Hal ini juga dipengaruhi kondisi ekonomi dunia yang dinilai masih belum stabil. “Ekonomi dunia belum begitu pulih jadi permintaan tetap segini saja. Tidak ada penurunan tapi tidak ada pembelian yang tinggi juga,” jelasnya.

Kepala Seksi Ekspor Hasil Pertanian dan Pertambangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumut Fitra Kurnia mengatakan, nilai ekspor kopi jenis arabica naik 115,5% menjadi  US$186,71 juta dari periode sama tahun lalu US$88,23 juta. “Tidak hanya dari segi nilai, volume ekspor juga mengalami peningkatan. Hingga Juni 2011, volume naik menjadi 32.868 ton dari periode sama tahun lalu 30.907 ton,” ucapnya.

Tujuan ekspor kopi Sumut selama ini yaitu Amerika Serikat, Jepang, Kanada, Jerman, Australia, Italia dan Belgia. Selain itu, ada juga ekspor ke Australia dan Inggris. *** (yuni naibaho)
sumber: http://www.medanbisnisdaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi AgriBisnis, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *