6 SEPTOR DAN 1 TRUK HILANG DI KARO

KABANJAHE – Warga Kabupaten Karo diharapkan ekstra hati-hati saat meninggalkan kendaraannya di Pusat Pasar Kabanjahe, khususnya bagi pengguna kendaraan roda dua. Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir sedikitnya 6 sepedamotor (septor) hilang saat diparkir di seputaran Pusat Pasar Kabanjahe.

Terakhir dialami Beja Tule Laia alias Bapak Juan, warga Jalan Veteran Kabanjahe, kehilangan sepedamotor jenis Supra X 125 BK 5769 SF milik adik iparnya yang dipakainya berbelanja ke Pusat Pasar Kabanjahe, sekitar pukul 07.00 WIB.

“Sepedamotor  itu hilang hanya berselang beberapa menit saya tinggal didepan sebuah toko di Jalan Pasar Baru Kabanjahe,” ujarnya, hari ini.

Usai berbelanja, ia langsung menuju tempat di mana dia memarkirkan sepedamotornya. Namun, kendaraannya yang meskipun dalam keadaan stang terkunci telah lenyap. Pencarian pun dilakukan, namun tak membuahkan hasil sehingga kini ia hanya berharap polisi menemukan septor tersebut.

“Udah kucari disekitar pajak itu bang, tapi tetap juga tak kelihatan. Makanya lapor saja sama polisi,” katanya.

Sebelumnya, adalah Elpin Barus, warga Nageri Kecamatan Munte yang kehilangan septornya bernomor polisi BK 1364 XD, Senin (4/7) sekitar pukul 16.30 WIB. Kemudian, Andreas Milala, kehilangan motor yang bernomor polisi BK 3155 FG, Sabtu (2/7) sekitar pukul 11. 00 WIB.

Lebih naas lagi dialami Robin Handoko (50), warga jalan Sukaraja Munte Kabanjahe. Pasalnya, dalam rentang waktu yang berdekatan, ia kehilangan dua sepedamotornya. Pertama kali, sepedamotornya BK 4569 SE hilang Rabu (6/4), kemudian diikuti septornya BK 3542 GS hilang Jumat (15/7).

Sementara, Sueb Saragih (51), warga Jalan Jamin Ginting Komplek SD Negeri I Ketaren, kehilangan sepedamotor BK 3573 SAA, Senin (18/7) sekira pukul 08.30 WIB.

Lain lagi yang dialami Basis Arnold Sukatendel, warga Komplek Perumahan Telkom Blok C No. 5 Desa Samura Kabanjahe. Ia kehilangan satu unit Dump Truck jenis Colt Diesel BK 9952 SF, Rabu (13/7). Truk itu hilang di Desa Suka Tendel Kecamatan Tiganderket Karo, tepat di areal pabrik dolomit miliknya.

Semuanya korban curanmor tersebut telah membuat pengaduan secara resmi ke Mapolres Tanah Karo dan berharap agar pihak kepolisian dapat mengungkap pelaku.

Menanggapi hal ini, Kapolres Tanah Karo, AKBP Agung Prasetyoko, mengatakan pihaknya hingga saat ini masih melakukan penyidikan dan bekerjasama dengan Polres Dairi, Pematang Siantar dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) khususnya Aceh Tenggara.

“Hal ini dilakukan guna mempersempit gerak pelaku curanmor yang hingga saat ini belum dapat dibekuk. Saat ini anggota masih melakukan penyidikan, apabila sudah diketahui keberadaan dari pelaku maka rekan wartawan akan kita ajak untuk melakukan penangkapan,” pungkasnya..
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *