UKM BEROMSET RP300 JUTA BAKAL KENA PPH BADAN 3%-5%

Jakarta, (Analisa) : Ditjen Pajak Kementerian Keuangan berencana menarik pajak penghasilan badan (PPh badan) untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) dengan omzet berkisar Rp 300 juta hingga Rp 4 miliar per tahun.

Dirjen Pajak Fuad Rahmany menyatakan pihak sedang merancang konsep penarikan pajak untuk UKM. Namun, dia berjanji konsep tersebut akan memperhatikan unsur keadilan tanpa memberatkan usaha kecil tersebut.

“Kita akan berikan kemudahan untuk UKM, PP-nya sudah dirancang sebenarnya, lagi dalam proses, kemudahan, misalkan dalam pengisian SPT-nya jauh lebih mudah, tarifnya hitungnya lebih gampang,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (20/7).

Menurut Fuad, berdasarkan konsep yang dibuatnya, pajak untuk UKM sekitar di bawah 3% untuk usaha yang memiliki omzet pada kisaran Rp 300 juta sampai Rp 4 miliar.

“Cara menghitungnya beda, jadi PPh badan 25% dari profit tapi kalau ini kita cuma bilang berapa persen terhadap omzet, kecil.

Bahkan nggak sampai 5%, di bawah, mungkin di bawah 3%, untuk omzet sekitar 4-an miliar.

Rp 300 juta-Rp 4 miliar ini desainnya, tapi finalnya belum tahu, nanti kan ada rapat-rapat lagi. UKM ya menengah ya bertahap,” ujarnya.

Menurut Fuad, masih banyak dari pengusaha UKM dengan omzet tinggi yang belum membayar pajak.

“Banyak usaha-usaha yang dilaksanakan Orang Pribadi bukan badan, itu menengah.

Padahal omzetnya gede, banyak ya kayak gitu. Harus adil, banyak yang belum bayar,” ujarnya.

Sementara untuk ekonomi kelas bawah Fuad mengaku belum mengetahui definisi sektor tersebut.

“Saya nggak tahu, apa itu underground economy.

Kalau judi, judinya saja sudah terlarang, masalah lain lagi itu. Narkoba? Gimana dipajakin, orang itu aja udah ilegal kok bagaimana mau dipajakin,” tegasnya.

Ketika ditanya apakah dengan upaya tersebut bisa menaikkan tax ratio, Fuad pasrah.

“Insya Allah,” pungkasnya.

Sebelumnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga memperjuangkan penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) bagi Usaha Kecil Menengah (UKM) beromset di bawah Rp 2,5 miliar.

Hal ini dalam rangka peningkatan nilai tambah di dalam yang bisa dinikmati para pelaku UKM. (dtc)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *