RAHUDMAN : STOP STUDI BANDING KE LN

MEDAN (Berita): Karena melihat studi banding yang dilakukan ke luar negeri, khususnya ke sejumlah negara tetangga, tidak memberi hasil signifikan untuk kemajuan Kota Medan, Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap, MM berniat menghentikan studi banding ke luar negeri (LN) untuk sementara.

Pernyataan itu disampaikannya kemarin di Balaikota, saat menerima rombongan camat dan lurah berprestasi yang akan melakukan studi banding ke Kota Semarang. Walikota menginginkan agar studi banding yang dilakukan apraturnya benar-benar bermanfaat sehingga dapat mendukung pembangunan Kota Medan.

Untuk itulah  studi banding yang dilakukan harus disikapi dengan serius. “Saya ingin setiap studi banding yang dilakukan harus bermanfaat untuk kemajuan kota ini. Saya tidak mau studi banding yang dilakukan itu tidak membawa hasil sama sekali,” kata walikota.

Walikota lebih setuju studi banding yang dilakukan itu diprioritaskan mengunjungi daerah-daerah yang ada di Indonesia. “Banyak kemajuan yang telah diraih sejumlah daerah di Indonesia. Kemajuan-kemajuan itu tentunya bisa kita pelajari untuk diterapkan  di kota ini,” ungkapnya.

Jadi, walikota sangat mendukung dipilihnya Kota Semarang sebagai tempat studi banding.  Dia menilai kota itu sudah maju dan berkembang pesat. Apalagi diperoleh informasi jika lurah telah ditetapkan sebagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Jika informasi itu ternyata benar, tentunya harus dipelajari.

Selain itu Walikota minta kepada Camat dan Lurah yang studi banding itu melihat  bagaimana sistem tata kelola pemerintahan yang baik di Pemko Semarang. “Dasar-dasar kebijakan Pemko Semarang yang baik tentunya bias diambil untuk kita pelajari dan diterapkan di Kota Medan. Jadi manfaatkanlah studi banding ini untuk membangun kota tercinta ini,” ujarnya.

Kepada Camat dan Lurah yang  hendak berangkat studi banding, Walikota mengingatkan agar kinerja bawahannya dalam memberikan pelayanan tidak menurun. Untuk itu Camat-dan Lurah harus memilih orang-orang yang dipercaya dan bisa menjalankan tugas dengan baik ketika mereka studi banding.

“Jika masih ragu dengan Sekcam maupun Seklur yang ditinggalkan, maka saya menyarankan lebih baik tidak usah berangkat. Terus terang saja, saya tidak mau gara-gara pergi studi banding justru menurunkan kinerja apratur kecamatan maupun kelurahan,” tegasnya.

Asisten Pemerintahan Drs Daudta P Sinurat selaku pimpinan studi banding menjelaskan, rombongan yang berangkat berjumlah 28 orang. Perinciannya, 6 Camat dan 15 Lurah ditambah Kabag Tata Pemerintah dan 5 pegawainya.

“Camat dan Lurah yang berangkat ini merupakan terbaik dan berprestasi. Mereka umumnya telah mendapatkan penghargaan langsung dari Walikota pada puncak peringatan Hari Jadi Kota Medan ke-421 di Lapangan Merdeka Medan belum lama ini,” jelas Sinurat. (irh)
sumber: http://beritasore.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *