PENERTIBAN 38 KIOS DI PASAR GAMBIR TEMBUNG – WARGA BAKU HANTAM DENGAN POLISI

Kehadiran petugas Pengadilan Negeri (PN) dan Satpol PP Deliserdang yang hendak meroboh­kan kios di Pasar Gambir Pasar VIII Percut Sei Tuan, sudah dinanti warga. Baku hantam pun tak terelakkan.

Tanda-tanda kericuhan su­dah tampak saat unsur Mus­pika Percut Sei Tuan tiba di lo­kasi bersamaan dengan petugas pengadilan dan Satpol PP, Rabu (20/7) lengkap dengan alat berat (beko).

Aparat Pemkab Deliserdang ini memang hendak mero­boh­kan 38 kios yang berdiri di atas lahan milik PTPN II di Pasar Gambir Simpang Jodoh tersebut.
Sejumlah warga yang mengaku sebagai pemilik kios lantas bersiap-siap melakukan penghadangan. Sedang pasu­kan anti huru-hara (PHH) dari Polresta Medan juga bersiap-siap mengamankan eksekusi.

Sekira pukul 09.00 WIB, alat berat mulai bergerak. Emosi warga tersulut saat beko tersebut mulai menghancurkan ba­ngunan kios. Mereka lalu me­rangsek untuk menghalangi laju kendaraan tersebut.

Bahkan ada pedagang yang memasukkan tubuhnya ke roda besi sehingga operator beko terpaksa berhenti. Sejumlah petugas Satpol PP dan polisi berusaha mencegah aksi nekat tersebut.

Tapi tindakan ini malah membakar emosi warga se­hing­ga baku hantam pun tak ter­elakkan. Tapi petugas terus mendesak warga yang kalah jumlah. Emosi, pemilik kios lalu melempari petugas dengan batu sehingga terjadi perang batu.

Meski begitu, eksekusi berjalan terus dengan pengawalan polisi. Satu per satu seluruh kios itu dirobohkan hingga rata dengan tanah.

Merasa Ditindas

Zulkifli (33), yang mengaku pemilik salah satu kios mengatakan, eksekusi perobohan ini merupakan bentuk penindasan oleh Pemerintah Kabu­pa­ten Deliserdang.

“Kami merasa ditindas de­ngan adanya eksekusi bangunan ini,” ujar Zulkifli (33) yang mengaku memperjuangkan bangunan itu. Dijelaskan Zul­kifli, pihak kabupaten sebe­lum­nya tidak pernah memberi tahu untuk segera membuat IMB (Izin Mendirikan Bangu­nan).

“Kami telah menyetorkan uang puluhan juta rupiah ke­pada salah seorang pihak ke­camatan Percut Sei Tuan agar eksekusi tidak terjadi,” ketusnya.
Camat Percut Sei Tuan Darwin Zein membantah tudi­ngan Zulkifli dan menantang warga yang mengatakan hal itu untuk bisa membuktikannya. Dijelaskannya, pihaknya ikut menertibkan bangunan liar sesuai dengan Peraturan Dae­rah (Perda) Kabupaten Deliser­dang No 14 Tahun 2006 Pasal 45 Ayat 3, disebut­kan bangunan yang tidak memi­li­ki IMB dapat dibongkar seluruhnya.

“Pihak kecamatan belum melihat IMB dari warga yang mendirikan bangunan, oleh karena itu bangunan ini ditertibkan,” ujarnya. Sementara, Kasat Pol PP Deliserdang, SP Tambunan mengatakan tidak ada pilih kasih dalam penertiban bangunan liar.

“Kami akan tertibkan bangunan liar tanpa pilih kasih,” ujarnya. Kapolsekta Percut Sei Tuan Kompol Maringan Siman­juntak mengatakan, pihaknya menurunkan 300 personel Sa­mapta Polresta Medan dan satu unit water canon. “Polisi mela­kukan pengamanan, dari ke­ricuhan itu tidak terjadi korban,” ujar Maringan.

Seperti diketahui, eksekusi dilakukan Pemkab Deliserdang karena bangunan ini menyalahi dan tidak memiliki IMB.
Bowo | Medan | Jurnal Medan
sumber: http://medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *