HUTAN KAWASAN GUNUNG SIPISO-PISO TERBAKAR

Tanah Karo, (Analisa): Sekitar 50 hektar kawasan hutan gunung di Desa Tongging Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, berbatasan dengan Kabupaten Simalungun musnah terbakar, Senin (18/7) pukul 12.00 WIB dan sampai 23.00 WIB baru dapat dipadamkan.

Menurut keterangan diperoleh wartawan dari warga setempat Samson Munte, api mulai marak pagi hari sampai sore dan asal api belum diketahui.

Akibat kebakaran itu, tanaman warga yang tak jauh dari lokasi, sebagian ikut terbakar.

“Kami tak dapat berbuat banyak dan kami terus berjaga-jaga agar api itu tidak menjalar ke ladang kami,” kata Samson Munte.

Warga yang berdomisili di seputar lokasi kebakaran, sangat menyesalkan pihak Pemkab Karo tidak mengirimkan mobil pemadam kebakaran untuk memadamkan api.

Kepala Badan Kesbang Pol PP dan Linmas yang membidangi Unit Pemadam Kebakaran Pemkab Karo ketika dikonfirmasi wartawan melalui telepon selulernya, Selasa (19/7) mengatakan, telah mengirim mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian sebanyak 2 unit setelah menerima laporan dari Kadis Kehutanan Sucipto pukul 18.50 WIB.

“Begitu menerima laporan dari Plt Kadis Kehutanan tentang kebakaran hutan di Desa Tongging, kita kirim 2 mobil pemadam kebakaran,” katanya.

Menurut informasi dihimpun wartawan, api diduga berasal dari bakaran sampah dilakukan warga desa sekitar gunung itu. Api dengan cepat menjalar ke kawasan pinggiran hutan Gunung Sipiso-piso di Desa Tongging Kabupaten Karo.

Hampir semua tanaman kayu yang tumbuh di gunung hangus dilalap api.

Plt Kadis Kehutanan Pemkab Karo Sucipto saat hendak dihubungi wartawan di ruang kerjanya, Selasa (19/7) tak dapat ditemui.

Menurut salah seorang stafnya, Plt Kadis Kehutanan tidak berada di tempat.

“Cipto tak berada di tempat, lagi di Medan saat ini,” ujar stafnya.

Ketika dikonfirmasi kepada Bupati Karo DR (HC) Kena Ukur Karo Jambi Surbakti, Rabu (20/7) via selulernya membenarkan kebakaran hutan itu.

“Saya sudah perintahkan Dishut, Bakesbang dan Camat Merek supaya bertindak cepat untuk memadamkan kobaran api dan akhirnya kobaran api dapat dipadamkan,”kata bupati.

Diharapakan masyarakat di sekitar Gunung Sipiso-piso dapat lebih menyadari fungsi hutan dan secara bersama merawat hutan.

“Seluruh SKPD, saya perintahkan untuk meningkatkan sosialisasi kegunaan hutan kepada masyarakat dan melakukan penghijauan,” tandas bupati. (ps)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *