DUGAAN KORUPSI PROYEK DI DINAS TARUKIM BINJAI – “NYANYIAN” SENTOT LIBATKAN ALI UMRI

Dengan suara tenang dan santai Dirut CV Prawira Jaya, Sentot Prawira Dirja mengaku  kedudukan, serta tugasnya dalam perusahaan yang memenangkan tender proyek fasilitas pembangunan prasarana dan sarana dasar permukiman berbasis masyarakat di Kecamatan Binjai Utara.

Saat “bernyanyi” Sentot  me­nyebutkan tidak pernah mengerjakan proyek yang disalurkan Dinas Tata Ruang dan Pemukiman (Tarukim) Kota Binjai, akan tetapi semuanya di­kendalikan oleh Ali Umri, mantan Walikota Binjai.

Di hadapan majelis hakim Tindak Pidana Korupsi (Tipi­kor) Medan, Sentot mengata­kan tidak tahu menahu mengenai proyek yang dimenang­kan oleh perusahaanya. Dia hanya menjalankan perintah dari Ali Umri.

“Saya hanya menjalankan perintah.  Untuk mendaftarkan perusahaan ke Dinas Tarukim, semuanya atas perintah Ali Umri,” katanya menjawab pertanyaan ketua Majelis Hakim, Muhammad Nur SH, dalam per­sidangan di Pengadilan Tin­dak Pidana Korupsi (Tipi­kor) Medan, Rabu (20/7)

Dalam agenda pemeriksaan mengungkapkan, perusahaan CV Prawira Jaya dan CV Lan­cang Kuning juga merupakan milik Ali Umri, namun direktur utamanya berbeda. “Dirut di kedua perusahaan tersebut hanya formalitas saja,” katanya lugas.

Menjawab pertanyaan ha­kim, Sentot mengaku diperintahkan  Ali Umri mengantarkan berkas ke panitia, lalu pergi menjumpai Ir Zainal Arifin se­laku Pejabat Perencana Komit­men (PPK), dan mengatakan ada berkas proposal perusahaan CV Prawira Jaya dan CV Lancang Kuning ikut dalam le-lang dan menyampaikan pen­daftaran itu atas  perintah Ali Umri yang disebutnya Bos. Bahkan pihak PPK turut membantu mengisi anggaran pena­waran.

“Itu ada masuk proposal ikut lelang, tolong juga buat-kan anggarannya, ini perintah Bos,” cetus Sentot menirukan Ir Zainal Arifin.

Kemudian, setelah pengumuman, Sentot mengaku kembali diperintahkan Ali Umri untuk mengambil uang muka, untuk dua CV yang memenangkan proyek di Binjai Se­latan dan Binjai Utara. Setelah dana tersebut dicairkan, Sentot menyerahkan selurunya kepada Ali Umri. Demikian halnya saat pelunasan dengan 4 termin pembayaran.
Bahkan, dengan terbuka Sentot mengaku tidak mengetahui pelaksanaan proyek, apakah sesuai dengan bestek atau tidak. Mengetahui adanya ketidaksesuaian pekerjaan dengan bestek setelah dirinya di­tangkap dalam sangkaan ko­rupsi.

Sentot mengaku tidak men­­dapatkan komisi dalam menjalankan proyek itu. Akan tetapi dirinya mendapatkan uang dari Ali Umri setiap bu­lan, dengan jumlah yang variatif, sekitar Rp 1 juta hingga Rp1,5 juta. “Saya tidak pernah mendapat komisi. Tapi, setiap saya minta uang belanja sama Ali Umri, kadang dikasi 1 juta, pa­ling banyak 1,5 juta,” beber Sentot.

Sementara, Haris selaku Dirut CV Lancang Kuning yang juga tersangka dalam perkara itu senada dengan Sentot. Diri­nya mengaku tidak mengetahui proses penenderan dan pelaksanaan proyek. Bahkan Direktur CV Lancang Kuning itu mengaku dana yang dimenangkan CV Lancang Kuning diambil oleh Sentot atas perintah Ali Umri. Dan yang mengurus surat menyurat tersebut adalah Mahyulis ajudan Ali Umri.

Keterangan terdakwa sela­ras dengan saksi yang dihadir­kan dalam sidang sebelumnya. Mantan Ajudan Ali Umri di Partai Golkar, Mahyulis mengungkapkan proyek-proyek di Pemko Binjai mulai 2001-2009 diduga dikuasai delapan pe­rusahaan milik mantan Waliko­ta Binjai Ali Umri.

Sebagaimana diberitakan, dalam dugaan korupsi pelaksanan  proyek fasilitasi pem­ba­­ngunan prasarana dan sara­na dasar permukiman berbasis masyarakat di Kecamatan Bin­jai Utara dan Binjai Selatan, Kejaksaan Negeri Binjai me­lim­pahkan tiga terdakwa, Peja­bat Pembuat Komitmen (PPK), Zainal Arifin, Dirut CV Prawira Jaya, Sentot Prawira Dirja dan Direktur CV Lancang Kuning Haris Syahputra Nasution. JPU mendakwa terdakwa dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 jo pasal 18 UU Nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ke-1 KUH­Pidana.
Edward | Medan  | Jurnal Medan
sumber: http://medan.jurnas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *