DPRD SUMUT DORONG PELINDO I BANGUN PELABUHAN KUALA TANJUNG

MEDAN (Berita): Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumut mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung di Kabupaten Batubara yang akan membantu percepatan perekonomian di Sumut.

Rekomendasi percepatan pembangunan disampaikan melalui komisi C dan B setelah melakukan rapat dengar pendapat dengan PT Pelabuhan Indonesia I (Pelindo) di kantor DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan kemarin. Rekomendasi tersebut merupakan satu diantara kesimpulan yang diambil dalam rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi C, Mustafawiyah dan Ketua komisi B, Bustami HS.

Setelah mempertimbangkan berbagai keuntungan yang bisa diperoleh dari pembangunan pelabuhan Kuala Tanjung, baik segi infrastruktur, penghematan sparepart, dan penghematan waktu. Karena pembangunan Kuala Tanjung akan membantu mengurangi beban pelabuhan Belawan yang saat ini menjadi pusat aktivitas keluar masuknya barang ke Sumut.

“Terutama pada pengiriman produk CPO dan turunannya, sangat diperlukan pelabuhan yang memnag strategis untuk penganggkutannya,” kata Mustofawiyah. Jika pengiriman bisa dilakukan melalui jalur perairan, akan mengurangi kerusakan infrastruktur jalan.

Hal lain yang bisa menjadi perhatian adalah, akan mengurangi angka kecelakaan lalulintas di jalur-jalur darat pengangkutan hasil CPO. Menurut anggota komisi B, Brilian Muktar mengatakan bahwa penyumbang angka kecelakaan lalulintas tersbesar diantaranya adalah pengangkutan CPO yang dalam hal ini dilakukan oleh truk container.

Rapat yang juga dihadiri oleh Direksi Utama PT Pelindo I (persero) Harri S dipaparkan bahwa pembangunan Kuala Tanjung dilakukan dalam dua tahap. Pertama, jangka pendek dilakukan pengembangan lahan 60-100 ha, rencana tambahan lahan dari tanah milik Otorita Asahan yang terletak di sebelah timur tanah milik PT Pelindo I. Serta rencana pembebasan lahan masyarakat di sebelah barat tanah PT Pelindo I.

Kedua, jangka panjang dilakukan dengan perluasan lahan pengembangan mencakup areal seluas 1000 ha. Dan dalam proses koordinasi dengan Pemda Batu Bara dan pemprov Sumut untuk akomodir dalam RT/RW.

Harri juga membenarkan besarnya pengaruh yang akan diperoleh dari pembangunan Kuala Tanjung. “Beban Pelabuhan Belawan akan sangat terbantu dengan dibangunnya Kuala Tanjung. Baik dari segi beban dan kelancaran arus barang,” katanya. Saat ini pihaknya masih dalam pengajuan izin kepada dinas perhubungan.

Harri juga mengucapkan terimakasih kepad komisi B DPRD Sumut yang sebelumnya menyampaikan permintaan tersebut kepada Kementerian perhubungan. “Kami berterimakasih untuk itu,” katanya.

PT Pelindo I sebagai penyedia jasa di bidang pelabuhan tetap komit untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Dan sebagai kepatuhannya kepada peraturan dan perundangan yang berlaku, dari keuntungan tetap diberikan kontribusi kepada pemeritah.

Retribusi yang diberikan kepada Negara berupa retribusi air bawah tanah (ABT) untuk tahun 2009 sebesar rp 146.561.049, dan tahun 2010 sebesaar Rp 213.037.939. sedangkan kontribusi yang disetorkan ke pemerintah pusat yang terdiri dari PPh Badan, PPN (masukan, keluaran), dan deviden tahun 2008, 2009, dan 2010 berturut-turut adalah Rp222.513.393.754, Rp214.936.257.665, dan Rp223.602.400.004.

Sedangkan yang disetorkan kepada pemerintah daerah yang terdiri dari PPh pasal 21, PPh 23 pasal 15 dan lainnya, PBB, PPN, dan pajak kendaraan bermotor pada tahun 2008, 2009, dan 2010 adalah Rp29.012.885.429, Rp26.900.557.186, dan Rp33.737.659.128.(irm)
sumber: http://beritasore.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *