TERKAIT DECK DI BADAN SUNGAI, KOMISI II DPRD SIDIMPUAN MINTA PEMBANGUNAN DIHENTIKAN

P. Sidimpuan, (Analisa): Komisi II DPRD Kota Padangsidimpuan meminta agar pembangunan deck water boom oleh pihak swasta di badan sungai Batang Ayumi yang juga bagian dari sungai BT Angkola segera dihentikan.

“Pembangunan deck ini ilegal, kami sudah mengecek izinnya ke dinas PU dan instansi terkait lainnya,” ujar Ketua Komisi II DPRD Kota P. Sidimpuan Ashari Harahap bersama Wakil Ketua Komisi II H. Khoiruddin Nasution SE, unsur legislatif dan eksekutif kepada Analisa di sela-sela tinjaun langsung di bantaran sungai yang berada di kawasan Jalan Imam Bonjol Kelurahan Sihitang Kecamatan P. Sidimpuan Tenggara, Senin (18/7).

Dikatakan, dari hasil konfrontir pihak komisi II ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Bapedalda Kota P. Sidimpuan diketahui jika pembangunan deck tersebut tidak memiliki izin. “Setelah menerima surat keberatan warga, kami langsung mengkonfrontir ke dinas PU dan Bapedalda. Hasilnya, mereka mengatakan jika tidak pernah mengeluarkan izin pembangunan deck itu,” terangnya.

Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua Komisi II H. Khoiruddin Nasution yang menganggap jika pembangunan yang dilakukan pihak swasta di lebih setengah badan sungai berstatus nasional itu merupakan perbuatan yang tidak bisa ditolelir.

“Pembangunan itu akan merusak ekosistem dan merugikan masyarakat sekitar karena lambat laun lahan mereka akan terkikis oleh arus sungai yang menyempit,” katanya. Dijelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera memanggil pihak swasta beserta eksekutif dan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ilegal tersebut.

“Nantinya kita akan desak mereka agar segera menghentikan dan membongkar deck itu karena sudah menyalahi aturan,” imbuhnya. Ditambahkan, pihaknya mengaku kecewa atas kinerja eksekutif dalam mengawasi berbagai proyek pembangunan di Kota P. Sidimpuan khususnya dibantaran sungai.

“Saya heran, lokasi pembangunan deck inikan berada tepat di bawah jembatan Sihitang yang merupakan kawasan Jalinsum dan merupakan lintasan eksekutif bila hendak menuju kantor. Tapi kok mereka luput mengawasinya. Inikan aneh,” ungkapnya.

Diharapkannya, Walikota Padangsidimpuan Drs H. Zulkarnaen Nasution segera meminta pihak swasta menghentikan pembangunan deck ini dan sekaligus memberikan sanksi jika ada jajarannya yang terlibat dalam pemulusan pembangunan deck water boom tersebut.(hih)
sumber: http://analisadaily.com

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *