INFLASI PEDESAAN HARUS DIPERHATIKAN

MEDAN – Selain inflasi di perkotaan, pemerintah diminta untuk memperhatikan inflasi di pedesaan.“ Apabila inflasi di perkotaan tinggi, tentu harus dilihat bagaimana di pedesaan karena pergerakan harga juga terjadi di sana,”kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut, Suharno.

Suharno mengatakan, peningkatan harga di pedesaan berkaitan dengan Nilai Tukar Petani (NTP). Pada Juni 2011,NTP Sumut tercatat sebesar 103,39 atau turun 0,64% bila dibandingkan Mei sebesar 104,06. Rinciannya, indeks harga yang diterima petani menurun 0,25 dibandingkan Mei 2011 yaitu dari 137,70 menjadi 137,35.

“Penurunan terjadi pada empat subsektor yaitu tanaman pangan 0,03%,hortikultura 0,83%, tanaman perkebunan rakyat 0,43% dan perikanan 0,07%.Sementara subsektor peternakan naik 0,38%,” ucapnya. Sedangkan indeks harga yang dibayar petani naik 0,040% bila dibandingkan Mei yaitu 132,33 menjadi 132,85.

“Kenaikan terjadi pada seluruh subsektor yaitu tanaman pangan 0,37%, hortikultura 0,43%, perkebunan rakyat 0,46%, peternakan 0,28% dan perikanan 0,36%,” ujarnya. Peningkatan harga di pedesaan dapat diantisipasi dengan meningkatkan kesejahteraan petani. Semua pihak hendaknya memperhatikan permasalahan ini.

“Memang sulit untuk melakukannya sekarang.Kedepan hendaknya menjadi perhatian seluruh pihak,”ucapnya. Untuk saat ini,Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) diharapkan berfungsi mengendalikan pergerakannya. Masing- masing instansi terkait pada setiap kabupaten/kota mempunyai TPID untuk mengendalikan pergerakan inflasi.

“Inflasi bisa dikendalikan selama pasar tidak panik.Agar pasar tidak panik,TPID harus bisa menjamin ketersediaan pasokan sehingga permintaan terpenuhi,”katanya.
sumber: http://waspada.co.id

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

1 Response to INFLASI PEDESAAN HARUS DIPERHATIKAN

  1. Pingback: Unlimited WordPress Hosting from $0.99

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *