DENDA TILANG PEJALAN KAKI RP 250.000!

JAKARTA, KOMPAS.com — Operasi Patuh Jaya digelar hari ini, Senin (11/7/2011), hingga 24 Juli 2011. Operasi ini ditujukan untuk meningkatkan kedisiplinan para pengguna jalan.
Kalau dia menyeberang pada bukan tempat penyeberangan bisa disalahkan. Sanksinya tilang.
— Kombes Royke Lumowa

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Royke Lumowa mengatakan, dalam operasi ini, tidak hanya pengendara kendaraan bermotor yang menjadi target operasi, tetapi juga pejalan kaki. Bagi pejalan kaki yang membandel menyeberang sembarang, polisi akan menilang.

“Kalau dia menyeberang pada bukan tempat penyeberangan bisa disalahkan. Sanksinya tilang,” ujar Royke, Senin, di Polda Metro Jaya.

Menurut Royke, tilang terhadap pejalan kaki itu didasari pada Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang melarang menyeberang sembarang. Bagi yang melanggar, akan dikenakan tilang minimal Rp 250.000. Meski ada larangan itu, dikatakan Royke, ada beberapa wilayah yang menjadi pengecualian.

“Memang ada tempat-tempat tertentu yang diperbolehkan digunakan untuk menyeberang sepanjang di tempat itu tidak ada tempat penyeberangan. Misalkan zebra cross atau jembatan penyeberangan. Dan sepanjang itu ada dan itu aman,” kata Royke.

Dia melanjutkan, apabila pengendara kendaraan kena tilang, polisi biasanya menahan surat tanda nomor kendaraan (STNK). Namun, dalam menilang pejalan kaki, polisi akan menahan kartu tanda penduduk (KTP) pelanggar. Royke mengakui bahwa saat ini masih banyak pelanggaran dilakukan pejalan kaki. Hal ini karena masih minimnya fasilitas penyeberangan jalan.

“Tentunya pemerintah bisa menambah sarana tersebut. Misalnya, di situ banyak kerumunan orang yang mau menyeberang tetapi di situ tidak ada tempat penyeberangan jalan. Harusnya pemerintah peka dan harusnya itu dibuatkan,” tutur Royke.

Operasi Patuh Jaya dilakukan selama 24 jam dari 11 hingga 24 Juli 2011 di beberapa titik jalan. Sebagian besar titik-titik yang menjadi tempat operasi adalah daerah rawan kecelakaan, seperti Jalan RE Martadinata, Jalan Metro Pondok Indah, Jalan Raya Kalimalang, Jalan Raya Bogor, Jalan Daan Mogot, Jalan Bintang Mas, dan Jalan Gunung Sahari.

Operasi akan diawali dengan proses sosialisasi dan tindakan edukatif serta teguran tertulis dengan sasaran pelanggaran yang berpotensi menimbulkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas. Operasi tersebut melibatkan 4.092 personel yang terdiri dari 2.289 personel Polda Metro Jaya dan 1.756 personel polres di jajaran Polda Metro Jaya.
sumber: http://nasional.kompas.com

This entry was posted in Berita, Informasi Penting. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *