SEUKURAN BODREXIN, LEBIH MURAH DAN TAK TERDETEKSI TES URINE

Narkoba jenis baru ditemukan jajaran Satuan Narkoba Polres Metro Tangerang Kota. Barang memabukkan jenis pil ini bila dikonsumsi seperti menelan ekstasi. Namun, tidak terdeteksi saat dilakukan tes urine terhadap penggunanya. Seperti apa?

Para pengedar narkoba terus mencoba bereksperimen mencari narkotika jenis baru. Dengan mencampur berbagai bahan kimia, akhirnya ditemukan narkoba berjenis pil baru. Tapi, belum lagi pil narkoba itu diberi nama dan dipasarkan secara luas, sudah terendus polisi. Pil setan jenis baru itu diyakini sudah beredar di kalangan terbatas selama beberapa bulan belakangan ini.

Penemuan narkoba jenis baru itu terjadi saat Polres Metro Tangerang Kota bersama Polda Metro Jaya menggerebek home industry sabu-sabu di Jl. Sukamaju, Kampung Sampay, RT 01/11 No 75, Desa Tugu Selatan, Kabupaten Bogor Minggu (10/7) lalu. Dalam penggerebekan itu, polisi membekuk tiga orang dan menyita bahan-bahan pembuat sabu-sabu seperti 10 jeriken toluena, 1 jeriken soda api, 3 jeriken aseton, 20 jeriken HCl, 2 botol berisi methanol dan 1 drum H2SO4.

Selain itu juga, polisi juga menyita 504 butir pil narkoba jenis baru ini dan alat cetaknya. Penggerebekan itu pengembangan penangkapan narkoba di kawasan Bintaro, Kota Tangerang dan Ciputat, Kota Tangsel oleh Polsek Ciledug. Ukuran narkoba baru itu selain mirip ekstasi yang seukuruan pil bodrexin, obat penurun panas yang dijual bebas di warung. Adapun warna pil ini bervarisasi mulai merah, putih, hijau dan pink.

Bila dilihat sekilas, tidak ada perbedaan fisik antara pil ini dengan ekstasi yang merupakan salah satu narkotika paling digemari pecinta hiburan malam. Perbedaannya narkoba baru yang namanya belum diketahui ini bisa mengelabui alat pendeteksi tes urine. Dengan artian, apabila dikonsumsi maka pada air seni penggunanya tidak ditemui zat amphetamin seperti pada pengguna pil ekstasi.

Namun, pil ini memiliki efek mirip dengan ekstasi. Para pengguna pil ini akan larut dalam kesenangan dan seolah mempunyai kekuatan baru untuk terus menggerakkan tubuh dan lebih reaktif saat mendengarkan musik. ”Tidak ada beda efek pil narkoba baru ini dengan ekstasi. Efek yang dirasakan penggunanya juga mirip,” terang Kapolsek Ciledug, Kompol Sukiman saat mendampingi Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Tavip Yulianto kepada INDOPOS (Grup POSMETRO MEDAN) terkait narkoba jenis baru itu.

Akibat tidak adanya zat amphetamin yang terdeteksi lewat tes urine, maka pil tidak masuk dalam salah satu jenis narkoba yang dilarang peredarannya di tanah air. Walau memabukkan. Dengan kata lain, pengguna belum dapat dijerat dengan undang-undang narkotika yang ada saat ini. Apakah bisa pengguna narkoba jenis baru ini dijerat dengan undang-undang kesehatan?

Sukiman mengatakan masih harus menunggu hasil laboratorium terkait kandungan di dalam pil tersebut. ”Jadi memang belum ada aturan yang melarangnya,” menambahkan AKP Pariyanto, Kanit Reskrim Polsek Ciledug. Dia juga mengatakan, harga per butir narkoba jenis baru itu dijual Rp60 ribu dari produsen. Lalu dijual Rp80 ribu kepada pengedar.

Sedangkan harga ke konsumen diatur sendiri oleh setiap pengedar. ”Harganya bervariatif namun memang lebih murah dari ekstasi. Tapi kegunaannya sama,” ungkap Pariyanto. Dia juga mengatakan, pabrik sabu-sabu dan pembuatan pil narkoba jenis baru di sebuah villa di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor dikendalikan oleh seorang penghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan berinisial MC.

”Itu berdasarkan keterangan tiga tersangka yang kami bekuk. Mereka berinisial T, I, S,” terangnya juga. Pariyanto juga menegaskan dari keterangan para tersangka juga diketahui pil-pil itu sudah beredar di kalangan terbatas. ”Saat ini kami masih menunggu hasil laboratorium guna memastikan zat apa saja yang terkandung dalam pil narkoba jenis baru ini,” ungkapnya lagi. (*)
sumber: http://www.posmetro-medan.com/

This entry was posted in Berita, Informasi Untuk Kab. Karo. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *